ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

DKV UPH Gelar TalkShow dan Film Screening IDIOM - Form of Expression

18 September 2015
DKV UPH Gelar TalkShow dan Film Screening IDIOM - Form of Expression
Talkshow bersama profesional film maker (Foto: Humas UPH)
KARAWACI - Perkembangan film di dunia yang sangat pesat, seiring laju perkembangan teknologi, menuntut industri film bersaing dan menciptakan terobosan-terobosan baru guna memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan hadirnya berbagai karya film yang lahir dari industri perfilman, secara perlahan mampu menggiring tingkat kebutuhan konsumen akan film berkualitas. Di sisi lain, untuk menghasilkan karya yang berkualitas industri perfilman membutuhkan human resources yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan karya-karya terbaik.

Dalam menjawab tantangan tersebut, sejak tahun 2013 Universitas Pelita Harapan, School of Design, Jurusan Desain Komunikasi Visual mengembangkan tiga peminatan atau konsentrasi yaitu Desain Grafis, Cinematography dan Animasi. Peminatan Cinematography secara akademis mempelajari berbagai bentuk komunikasi visual melalui media audio visual yang bergerak. Mulai dari bagaimana memproduksi sebuah iklan, music video, art film, maupun short film dengan berbagai genre. Sedangkan pada peminatan Animasi, mempelajari bagaimana membuat sebuah karya animasi yang berkualitas termasuk di antaranya animation showreel, character design, 3d modeling dan sebagainya.

Meskipun masih baru memasuki tahun kedua, namun karya mahasiswa Cinematography dan Animasi mahasiswa DKV UPH sangat membanggakan. Bahkan, bisa dibilang, karya mereka telah sesuai dengan selera pasar dan memenuhi permintaan industri. Bahkan beberapa karya mahasiswa ada yang meraih penghargaan maupun lolos dalam seleksi film tingkat internasional. Di antaranya karya dokumenter “Care for Disability”.

Selain itu adanya kepercayaan dari industri bidang musik untuk menggarap beberapa music video untuk dijadikan sebagai Official Music Video, yang di antaranya adalah “Jamaica Cafe”, “Serious Rock Band”, “Bayu Risa”, “Gribs”, “Iam Maulana”, “Komedi Musik”. Terakhir, dua mahasiswa DKV UPH lolos dalam ajang festival film Balinale International Festival yang akan berlangsung pada 28-30 September mendatang.

“Kekuatan dari karya mahasiswa kami terletak pada gambarnya yang bagus dan itu ciri khas kami,” kata  J. Baptisa Anton, Ketua Konsentrasi Cinematography DKV UPH.

Melihat perkembangan tersebut, peminatan Cinematography dan Animasi, DKV UPH menggelar acara  “IDIOM - Form of Expression” yang bertujuan memperkenalkan cinematography dan animasi UPH kepada publik termasuk kalangan industri perfilman. Acara ini juga diadakan untuk memberikan apresiasi terhadap karya mahasiswa. Melalui acara ini diharapkan dapat membentuk sinergi yang saling menguntungkan bagi dunia akademis dan industri. Untuk tujuan tersebut UPH mendapatkan dukungan penuh dari Cinemaxx – Maxxbox Lippo Village dalam hal penyediaan tempat movie screening serta free tiket untuk penonton.

Selain menggelar Film Screening, acara ini juga mengundang professional film maker untuk berbagi pengalaman kepada para mahasiswa. Diantaranya Henky Solaiman (Senior Aktor, Produser dan Sutradara), Verdi Solaiman (Aktor), Yandy Laurens (Film Director), Oscar Herry (Animator) dan Mutia Terian (2D Character Designer).

Selama dua hari, sebanyak 40 lebih film pendek yang di-screening, terdiri dari model animasi, music video, film pendek dan public service announcement (PSA). Karya ini merupakan tugas dari mahasiswa yang diberikan di tahun kedua setelah masuk konsentari jurusan. Kali ini, jurusan mengangkat tema ‘Idiom’ yang artinya merupakan bentuk ekspresi, menunjukkan bahwa mahasiswa dan penonton yang hadir bebas untuk mengartikan ekspresi dengan berbagai bentuk pendekatan dan cara pandang yang beragam.

Pada UPH Film Screening yang diadakan di studio 4 Cinemax Maxx Box Lippo Village ini merupakan terobosan baru, dimana karya mahasiswa dapat ditayangkan di layar lebar dan diharapkan ke depan kerjasama dapat lebih ditingkatkan.

Berikut beberapa testimoni dari pihak yang pernah bekerja sama dengan mahasiswa Cinematography UPH:

“Pengambilan gambarnya tuh bagus banget, bisa tangkap sinar-sinar, efkenya juga bagus. Pokonya keren deh. Pada saat kami lemes, mereka justru semangat. Waktu lihat mereka seperti itu, jujur saya dan tim juga jadi semangat lagi. Hasilnya juga saya sangat suka, mereka bekerja sangat all out. Gak salah pilih mereka,” Bayu Risa, Penyanyi (Bekerja sama dengan mahasiswa Cinematography UPH dalam membuat Official Music Video-nya, berjudul “Berhenti Untuk Mencari”)

“Satu yang saya lihat, mereka ini masih mahasiswa tapi work as a professional. Hasil karya mereka juga menurut saya taste-nya sangat bagus dan menurut saya mereka mampu bersaing di industri ini,"Monita, penyanyi (menjadi model dalam Official Music Video Bayu Risa)

Menurut saya dari semua Music Video yang saya buat, ini yang paling siap dan paling berhasil, ya itu karena para mahasiswa ini. Bangga juga lihat generasi muda sudah punya kualitas seperti professional film maker. Semoga bisa improve terus semakin baik dan semakin sukses.” – Anton, Vokalis “Jamaica Café” (Bekerja sama dengan mahasiswa Cinematography UPH dalam membuat Official Music Video-nya, berjudul “Menantimu”) (PR)





Editor: Patricia Aurelia
KOMENTAR