Belajar kelompok hendaknya dipimpin oleh pemimpin yang dapat menciptakan kondisi yang menantang tiap anggota agar ingin memberikan pemikirannya yang terbaik dan bekerja sama untuk kepentingan bersama. (Foto-Foto: Ist)

Meningkatkan Prestasi dengan Belajar Kelompok

Belajar kelompok adalah sebuah model pembelajaran dimana peserta didik belajar bekerjasama dalam sebuah kelompok untuk menyelesaikan tugas belajar serta membantu meningkatkan prestasi.
    
Hamalik dalam buku karangannya berjudul “Psikologi Belajar dan Mengajar” menjelaskan bahwa belajar kelompok adalah suatu cara belajar yang dilaksanakan dalam suatu proses kelompok. Para anggota kelompok saling berhubungan dan berpartisipasi, memberikan sumbangan untuk mencapai tujuan bersama.
   
Proses kelompok memiliki karakteristik atatu segi-segi relasi, interaksi, partisipasi, kontribusi, afeksi dan dinamika. Menurut Hamalik proses kelompok memiliki beberapa karakteristik, antara lain: Tiap individu berhubungan satu sama lain. Tiap individu saling mempengaruhi.Tiap individu memberikan sumbangan pikiran. Tiap individu ikut aktif. Tiap individu mendapat pembagian tugas. Tiap individu mengembangkan sifat-sifat personal sosial moral. Kelompok bersifat dinamis karena kelompok senantiasa hidup berubah dan berkembang.
   
Masih menurut Hamalik, pelaksanaan belajar kelompok berangkat dari tujuan, rencana dan masalah tertentu. Belajar kelompok dimulai dengan menghimpun sumbang saran semua anggota kelompok. Belajar kelompok juga  dilakukan berdasarkan pembagian tanggung jawab antara panitia dan para anggota.
   
Belajar kelompok  juga kata dia menyediakan kesempatan kepada para anggota untuk mempelajari cara berpartisipasi secara efektif, belajar menjadi anggota yang baik, belajar cara berdiskusi, menenangkan ketegangan-ketegangan, menghimpun pemikiran, menerima kepemimpinan, kerja sama demi kebaikan kelompok. Belajar kelompok dilakukan berdasarkan tata kerja demokratis dalam rangka penyaluran pendapat, penyelesaian konflik, dan pembuatan keputusan.
   
Dikatakan dia, belajar kelompok hendaknya dipimpin oleh pemimpin yang dapat menciptakan kondisi yang menantang tiap anggota agar ingin memberikan pemikirannya yang terbaik dan bekerja sama untuk kepentingan bersama.
   
Belajar kelompok menuntut penilaian secara berkesinambungan terhadap kegiatan kelompok, kemajuan yang telah dicapai dan hasil yang telah diperoleh serta apakah kelompok telah bekerja dengan baik. Belajar kelompok hendaknya mendorong partisipasi para anggota, bekerja secara efisien dan terjadi perubahan-perubahan konstruktif pada perilaku individu. Belajar kelompok hendaknya memberikan penghargaan kepada anggota kelompok.
   
Menurut beberapa sumber, tujuan diadakannya belajar kelompok adalah memanfaatkan berbagai kemampuan yang dimiliki para siswa. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menyalurkan kemampuannya masing-masing. Membantu para siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-temannya (orang lain). Membantu siswa mengembangkan motivasi belajar lebih lanjut. Agar siswa mampu bekerja sama dengan teman lainnya dalam mencapai tujuan bersama
   
Tujuan dari belajar kelompok sendiri adalah untuk mengembangkan cara berpikir kritis dalam memecahkan masalah, mengembangkan kemampuan bersosialisasi dan komunikasi, meninggikan rasa percaya diri terhadap kemampuan siswa. Selain itu, belajar kelompok juga bertujuan agar siswa dapat memahami dan menghargai orang lain.
   
Dengan membentuk kelompok belajar, dapat memotivasi semangat belajar antara teman satu dengan lainnya. Saling berbagi informasi dan pengetahuan antara teman. Membangun komunikasi timbal balik dengan adanya diskusi. Meringankan tugas yang dberikan karena dikerjakan bersama. Mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa dalam menanggapi suatu permasalahan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas dan bersosialisasi di luar sekolah. Belajar lebih menyenangkan karena dikerjakan secara berkelompok. Meningkatkan kualitas kepribadian, seperti adanya kerja sama, toleransi, berpikir kritis dan disiplin.

Belajar Efisien 
Agar belajar kelompok menjadi efisien maka: pilihlah teman yang paling cocok untuk bergabung dalam satu kelompok yang terdiri dari 3-5 orang. Dengan anggota yang tidak terlalu banyak diharapkan lebih fokus dalam berdiskusi.
   
Setelah berkumpul secara bergilir tetapkan siapa pimpinan kelompok yang akan mengatur diskusi dan siapa penulis yang akan mencatat hasil diskusi. Ciptakan suasana belajar yang serius tapi santai.
   
Rumuskan pertanyaan atau permasalahan yang akan dipecahkan bersama dan batasi ruang lingkupnya agar pembahasan tidak menyimpang. Bahas dan pecahkan setiap persoalan satu persatu sampai tuntas. Berikan kesempatan kepada setiap anggota untuk berpendapat, lalu kaji bersama manakah yang paiing tepat. Bila terdapat persoalan yang tidak dapat dipecahkan atau tidak ada kesepakatan antar anggota, tangguhkan saja kemudian minta pendapat guru. Lanjutkan ke persoalan yang lain.
   
Kesimpulan hasil diskusi dicatat penulis, lalu dibagikan kepada anggota kelompok untuk dipelajari lebih lanjut di rumah masing-masing.
   
Dalam belajar kelompok hendaknya harus terdiri dari siswa-siswi yang pandai dan kurang pandai, yang pandai bicara dan yang kurang pandai bicara, siswa laki-laki dan siswi perempuan.
   
Memberi pemahaman kepada anggota agar semua dapat aktif dalam  belajar kelompok. Mengusahakan penyesuaian waktu dengan materi pembelajaran yang akan dibahas. Membagi belajar kelompok dalam beberapa hari atau minggu berdasarkan bahan pelajaran yang akan dipelajari.
   
Silberman dalam bukunya menjelaskan bahwa prosedur/teknis belajar kelompok adalah sebagai berikut: Berilah peserta didik satu ringkasan, selebaran pelajaran yang disusun dengan baik, teks singkat, bagan atau diagram yang menarik. Mintalah mereka membacanya dengan tenang. Bentuklah sub-kelompok dan beri mereka ruang yang tenang untuk mengadakan sesi belajar mereka. Berikan petunjuk yang jelas yang dapat memandu peserta didik dalam kelompok itu dapat belajar dan terangkan materi dengan jelas.
   
Suatu kelompok yang efektif memiliki unsur-unsur sebagai berikut: Adanya bermacam-macam kebutuhan para anggotanya yang dinyatakan dalam bentuk permasalahan. Para anggota mempunyai masalah yang dipahami mereka. Masalah-masalah itu diajukan dalam bentuk sejumlah pertanyaan tentang nilai yang mengakibatkan timbulnya berbagai jawaban yang berbeda-beda. Kelompok memiliki tujuan tertentu yang sekaligus menjadi tujuan anggota. Tiap individu bertanggung jawab memberikan sumbangan tertentu untuk mencapai tujuan  kelompok. Ada proses pertukaran pendapat dan pengalaman dalam kelompok.

Sumber: Harian sore Sinar Harapan