ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | SCHOLAE

UPH, UMN, dan SGU Selenggarakan Konferensi Nasional PKM dan CSR 2015

31 Oktober 2015
UPH, UMN, dan SGU Selenggarakan Konferensi Nasional PKM dan CSR 2015
Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Nandy Mulya meresmikan Konferensi Nasional PKM dan CSR 2015. (Foto-Foto: Humas UPH)
KARAWACI - Dalam rangka kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk program pemerintah dalam memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan melalui sinergi dengan dunia usaha, Universitas Pelita Harapan (UPH) bersama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Swiss German University.
 
Dalam rangka kegiatan  Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk program pemerintah dalam memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan melalui sinergi dengan dunia usaha, Universitas Pelita Harapan (UPH) bersama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Swiss German University (SGU) menyelenggarakan Konferensi Nasional PKM dan CSR di Kampus UMN pada tanggal 20-21 Oktober 2015 dengan bertema "Sinergi Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha untuk Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan”. Kegiatan ini merupakan sarana untuk mempertemukan para pengabdi dan peneliti Perguruan Tinggi dengan dunia usaha agar dapat mensinergikan program  Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di lingkungan pendidikan tinggi dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) di dunia usaha.

Konferensi Nasional PKM dan CSR 2015 dihadiri oleh lebih 200 peserta dan dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Nandy Mulya, mewakili Gubernur Provinsi Banten dan dihadiri oleh Dr Ninok Leksono, Rektor UMN, Edward Boris Manurung, M.Eng, Wakil Rektor II SGU, serta para ketua LPPM yaitu Prof Dr-Ing, Harianto Hardjasaputra (UPH), Dr. P. M. Winarno (UMN) dan Dr. Evita P. Legowo (SGU).

Dalam konferensi ini hadir pembicara kunci Dr Eng. Hotmatua Daulay, M.Eng., B.Eng., Direktur Pengembangan Teknologi dan Industri mewakili Menteri Ristekdikti, yang memaparkan tantangan pendidikan tinggi dan perusahaan dalam era Masyarakat Ekonomi Asean. Pada sesi Panel menghadirkan pembicara dari Kemenristek Dikti, Victoriana Suhartini, Kasubdit Kreativitas dan Pengabdian Kepada Masyarakat, dan perwakilan dunia usaha yang memaparkan kegiatan CSR perusahaan dan peluang kerjasama dengan Perguruan Tinggi, yaitu Agus Mashud S. Asngari, CSR manager PT Pertamina dan Nurul Huda, Program Manager Oracle Education Initiatives.

Acara dilanjutkan sesi paralel yang dibagi dalam 17 sesi paralel yang memaparkan 85 makalah hasil kegiatan pengabdian dan penelitian  dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut Ketua Panitia Dr Endah Murwani,   konferensi ini bertujuan sebagai sarana bertukar informasi dan berdiskusi perguruan tinggi, dunia usaha, NGO dan instansi pemerintah terkait dengan program pengabdian masyarakat yang telah dilakukan perguruan tinggi maupun CSR yang telah dilakukan dunia usaha, sehingga dapat mengidentifikasi dan memberikan solusi bagi permasalahan dalam proses pembangunan masyarakat berkelanjutan. Sub tema kegiatan yang dibahas dalam diskusi paralel antara lain bidang, kesehatan, pendidikan, informasi dan komunikasi, teknologi tepat guna, lingkungan dan bencana serta sosial, ekonomi dan budaya.
 
Konferensi ini merupakan inisiatif perguruan tinggi dalam mensinergikan program-program dari dunia akademik dengan dunia usaha. Perguruan tinggi melalui konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi berkewajiban  menyelengarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan menciptakan inovasi teknologi, memberikan solusi atas kebutuhan, tantangan atau persoalan yang dihadapi masyarakat, melakukan kegiatan yang mampu mengentaskan masyarakat tersisih secara ekonomi, politik, sosial dan budaya dan melakukan alih teknologi, ilmu dan seni kepada masyarakat untuk pengembangan martabat manusia dan kelestarian sumberdaya alam.

Sementara dunia usaha melalui program CSR memberikan kontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan, pendidikan, ketrampilan, pengetahuan (berbagai aspek sosial, ekonomi dan lingkungan hidup) kepada masyarakat dan lingkugan sekitarnya. Dipandang dari perspektif pembangunan yang lebih luas, CSR menunjuk pada kontribusi perusahaan terhadap konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development), yakni "pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini tanpa mengabaikan kebutuhan generasi masa depan."

Terkait dengan sinergi tersebut, Lebih lanjut Prof. Harianto Hardjasaputra, Ketua LPPM UPH, mengharapkan inisiatif dari para peserta untuk menciptakan kerjasama dari berbagai komponen untuk menghasilkan program-program yang dapat diaplikasikan bagi kesejahteraan masyarakat melalui program PKM dan CSR.

Harapan untuk keberlanjutan program ini juga disampaikan Dr  Evita H Legowo, Ketua LPPM SGU, dengan mengajak perguruan tinggi lainnya dan berbagai perusahaan untuk bersinergi dan menindaklanjut kegiatan ini dalam kegiatan Tri Dharma di waktu mendatang. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menjadi model bagi perguruan tinggi di provinsi lainnya di seluruh Indonesia dalam bersinergi dengan dunia usaha.(PR)
 

Tags :

KOMENTAR