ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

140 Institusi Pendidikan Tinggi Eropa Ramaikan EHEF 2015

01 November 2015
140 Institusi Pendidikan Tinggi Eropa Ramaikan EHEF 2015
Duta Besar-designate Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Guerend dan Dewi Gustina Tobing, Direktur Kerja Sama Intra Kawasan Amerika dan Eropa dari Kementerian Luar Negeri RI berbincang usai membuka EHEF ke-7 secara resmi Sabtu (31/10) di Jakarta.(Foto:Dok. Edelman)
JAKARTA - Uni Eropa kembali membuka Pameran Pendidikan Tinggi Eropa (EHEF/ European Higher Education Fair)pada Sabtu, 31 Oktober 2015 di Balai Kartini, Jakarta. Pameran tersebut diresmikan Vincent Guérend, Duta Besar-designate Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam,serta Dewi Gustina Tobing, Direktur Kerja Sama Intra Kawasan Amerika dan Eropa dari Kementerian Luar Negeri RI,

EHEF yang diselenggarakan untuk ke-7 kalinya di Indonesia akan menampilkan 140 institusi pendidikan tinggi dari 14 negara Eropa. EHEF Jakarta diadakan pada tanggal 31 Oktober dan 1 November 2015 dan akan diikuti dengan EHEF Yogyakarta pada tanggal 3 November 2015 serta EHEF Bali pada tanggal 5 November 2015.

EHEF diselenggarakan menanggapi suksesnya pameran EHEF sebelumnya dan semakin tingginya minat mahasiswa Indonesia yang ingin meneruskan kuliahnya di Eropa. Pada akhir tahun 2014, jumlah mahasiswa Indonesia yang berangkat untuk studi ke Eropa mencapai 5800 yaitu tiga kali lipat dari tahun 2011 atau meningkat lebih dari 30% dibandingkan dengan tahun 2013. Secara keseluruhan, lebih dari 9000 mahasiswa Indonesia saat ini sedang belajar di Eropa.

“Bagi para mahasiswa, menempuh pendidikan di luar negeri bukan hanya sekedar mendapatkan ijazah, tetapi juga merupakan pengalaman sekali seumur hidup. Belajar di luar negeri dapat membuat mahasiswa menjadi lebih dewasa, memperluas wawasan, mempelajari bahasa asing, budaya, tradisi yang baru dan menjalin persahabatan dengan teman dari seluruh dunia. Hal semacam ini terjadi di Eropa. Pendidikan merupakan salah satu cara yang efektif untuk mempererat hubungan dan meningkatkan saling pengertian antar bangsa," kataGuérend.

"Uni Eropa dan para negara anggotanya memberikan 1600 beasiswa setiap tahunnya. Selain kerja sama di bidang pendidikan tinggi, Uni Eropa juga mendukung pemerintah Indonesia dalam melaksanakan reformasi kebijakan dan strategi pendidikan melalui berbagai program kerja sama bilateral," beliau menambahkan.

Pada pembukaan EHEF 2015,Dewi Gustina Tobing selaku Direktur Kerjasama Intra Kawasan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam sambutannya menyatakan banyak yang beranggapan dan khawatir banyak siswa dan profesional dari Indonesia yang telah menempuh pendidikan di luar negeri justru terpikat untuk tinggal di Eropa dan tidak kembali ke Indonesia sehingga mereka justru memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi di Eropa dan sebaliknya menyebabkan kerugian intelektualitas dan sumber daya di Indonesia.

"Anggapan itu tidak benar. Saya yakin bahwa mahasiswa dan profesional dari Indonesia mendapatkan pengalaman dan komunikasi sosial yang sangat berharga di Eropa untuk pengembangan keterampilan profesi dan jaringan mereka. Manfaat-manfaat inilah yang nantinya akan memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi negara Indonesia juga” Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam,"sambung Dewi Gustina.

EHEF ke-7 merupakan ajang yang sangat baik bagi para calon mahasiswa Indonesia untuk bertemu dengan perwakilan dari universitas Eropa, berdiskusi dan terinspirasi dengan program studi dan kehidupan kampus, serta mendapatkan informasi tentang lembaga pendidikan tinggi. Selama acara berlangsung, juga akan diadakan acara presentasi oleh para peserta pameran.(PR)




Editor: Patricia Aurelia
KOMENTAR