ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | SCHOLAE

UPH Konsisten Terapkan Non Smoking Campus

12 November 2015
UPH Konsisten Terapkan Non Smoking Campus
Fuad Baradja, Komnas Pengendalian Tembakau menjadi salah satu pembicara Mini Talkshow UPH Abstinence Campaign. Fuad menjelaskan seputar bahaya merokok dan tren hidup masa kini seperti penggunaan shisha dan rokok elektrik. (Foto-Foto: Humas UPH)
KARAWACI - Universitas Pelita Harapan (UPH) merupakan kampus yang konsisten menerapkan anti rokok. Slogan ‘A Non Smoking Campus’ terpampang di setiap tempat strategis di lingkungan kampus. Slogan ini diwujudkan dengan penerapan yang tegas, mulai dari peraturan dengan sanksi ketat hingga program pembinaan dibuat untuk menjadikan kampus UPH sebagai kampus bersih atau ‘KASIH’. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sehat dan nyaman bagi setiap orang yang ada di kampus UPH.
 
Kekonsistenan ini sebagai salah satu poin yang membawa Founder UPH, James T. Riady, sebagai salah satu penerima penghargaan atas dedikasi serta kepedulian terhadap bahaya rokok, dari WITT, Juni 2008. Dukungan Universitas Pelita Harapan terhadap kebiasaan hidup sehat juga telah dibuktikan dengan diperolehnya Penghargaan Sanggraha Krida dari Menpora pada tahun 2009. Penghargaan ini diberikan atas konsistensi Universitas Pelita Harapan dalam mendukung olahraga di tingkat universitas.

Kampanye ‘Stay Away’ pertama kali dicanangkan pada tahun 2010, dan kembali digelar tahun ini dengan seruan ‘No S.A.D Be SMART’, yang berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 10-12 November 2015. Hari kedua, kampanye ini diisi dengan Mini Talkshow mengenai bahaya merokok yang disampaikan Komnas Pengendalian Tembakau, Fuad Baradja dipandu finalis Ambassador of UPH, yang diadakan di taman Kampus UPH.

Salah satu isu yang diangkat dalam mini talkshow ini adalah tren merokok di kalangan remaja. Banyak anak muda yang menjadi social smoker atau merokok untuk kepentingan sosial, khususnya saat berkumpul dengan teman-teman sesama perokok. Menurut Fuad, anggapan merokok hanya sebagai jalan untuk diterima di lingkungan adalah suatu hal yang kurang tepat.
“Yang bener social smoker adalah jalan untuk mengikat seseorang menjadi smoker. Dimulai dari rasa ingin tahu, akhirnya kecanduan yang disebabkan nikotin dalam rokok. Tidak mungkin orang menjadi social smoker selamanya, pada akhirnya orang tersebut akan menjadi kecanduan,” tegas Fuad.

Terkait dengan strategi produsen rokok dalam menawarkan rokok dengan kadar nikotin rendah, dengan mencantumkan label Mild atau Light, menurut Fuad, sesungguhnya itu hanya penyesatan. Hal yang terjadi adalah orang  akan mengkonsumsi rokok lebih banyak demi memenuhi rasa kecanduannya.

Mini talkshow ini juga mengangkat kehadiran produk pengganti rokok yaitu Shisha dan rokok elektrik yang dianggap jauh lebih aman daripada merokok dan produk ini diminati oleh banyak orang terutama generasi muda. Dalam menanggapi hal ini, Fuad menegaskan bahwa kandungan pada shisha tidak lebih baik dari rokok bahkan jauh lebih buruk. Kandungan shisha yang dibakar dan kemudian melalui air akan mengeluarkan uap untuk dihirup, memiliki kandungan yang berbahaya. Fuad dengan pasti mengatakan bahwa komposisi dari pasta shisha sudah pasti menggunakan tembakau. Tembakau pada pasta shisha  yang dibakar akan menghasilkan karbon monoksida yang jauh lebih besar.

“Karbon monoksida yang masuk pada paru-paru akan diproses sama seperti oksigen dan masuk ke aliran darah, yang kemudian mengikat hemoglobin darah puluhan kali lebih kuat dari oksigen, akibatnya oksigen menjadi lebih banyak lepas. Semakin banyak oksigen yang terlepas, akan terjadi kekurangan oksigen yang menyebabkan berbagai penyakit, salah satunya stroke,” jelas Fuad terkait kandungan Shisha.

Begitu juga halnya dengan rokok elektrik, yang tidak kalah berbahayanya. Cartrigde pada rokok elektrik terdiri dari nikotin murni yang dicampur pelarut gliserin, dieter glikol, dan propilen glikol, untuk membuat nikotin tersebut menguap ketika dipanaskan. Kandungan dieter glikol dan propilen glikol ini juga  merupakan kandungan yang dapat membuat kanker, jelas Fuad.

Menjawab pertanyaan mengenai apa manfaat dari tembakau itu sendiri, secara jelas Fuad mengatakan bahwa tembakau yang diolah tentunya juga memiliki manfaat positif, pertama sebagai pestisida organik yang sangat bagus sekali, kedua bahan bakar pesawat terbang yang saat ini belum diproduksi masal, dan ketiga yang saat ini sedang diupayakan agar tembakau dapat diproses menjadi sarana terapi insulin. Namun, Fuad kembali menegaskan dengan manfaat tembakau ini bukan berarti merokok itu bagus, tembakau bukanlah untuk dihisap, dan rokok sangatlah berbahaya.

Fuad juga menjelaskan bahaya rokok bagi wanita, ia menjelaskan tidak semua wanita perokok akan berakibat mandul, karena ada faktor dari kondisi tubuh setiap orang yang berbeda. Namun fakta bahwa rokok dapat menyebabkan gangguan kehamilan, dan gangguan lainnya yang tidak dapat dipungkiri.

Pertanyaan kedua disampaikan oleh salah satu Ambassador of UPH yang bertanya bagaimana cara mengajak orang sekitar untuk berhenti merokok, tapi tidak menyinggung perasaan si perokok. Fuad mengatakan, orang tersebut harus membekali dirinya dengan pengetahuan terkait efek buruk rokok, salah satu yang belum banyak orang tahu adalah penuaan dini akibat pengurangan efektivitas vitamin C oleh kandungan berbahaya rokok. Kemudian perlu memiliki strategi atau cara yang tepat. Untuk membantu masyarakat yang mau menjadi duta anti rokok, Fuad mengajak mahasiswa untuk membuka akun sosial medianya yang banyak membahas mengenai bahaya rokok dan konsultasi mengenai penanganan kecanduan rokok.

Sebagai penutup dari mini talkshow, Fuad mengatakan, “setiap orang yang tidak merokok adalah orang yang dirahmati. Sudah banyak orang yang merokok ingin berhenti tapi sulit. Untuk itulah kalian yang tidak merokok sangat dirahmati dan diberkati, dan jangan pernah mencoba-coba. Mencoba adalah awal dari kecanduan,” pesan Fuad kepada seluruh keluarga UPH.(PR)
 

Tags :

KOMENTAR