ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Program Pemberdayaan Perpustakaan Tingkatkan Minat Baca Masyarakat Papua Barat

16 November 2015
Program Pemberdayaan Perpustakaan Tingkatkan Minat Baca Masyarakat Papua Barat
Ilustrasi: Siswa asal Papua sedang membaca (Foto: Ist)
TELUK BINTUNI - Program Pemberdayaan Perpustakaan yang diselenggarakan atas kerjasama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni bersama dengan Putera Sampoerna Foundation - School Development Outreach (PSF-SDO) telah sukses meningkatkan minat baca masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Program yang diluncurkan pada 12 Oktober 2015 di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat ini dilaksanakan sebagai wujud komitmen dalam mendukung Gerakan Wajib Membaca 15 Menit yang dicanangkan oleh Pemerintah.

Dalam sambutannya di prosesi penutupan program hari ini (16/11), Ben Suadi selaku Direktur Putera Sampoerna Foundation – School Development Outreach mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan program Pemberdayaan Perpusatakaan ini. “Sebagai sebuah institusi bisnis sosial yang berfokus pada peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia, kami merasa senang dan bangga dengan berhasilnya program kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni ini berjalan sukses dan berhasil meningkatkan minat baca siswa/i setempat sebesar hampir 50%.”

Salah satu bentuk keberhasilan program ini nampak dari antusiasme siswa/di Papua dalam menyambut kehadiran “Pojok Membaca” yang tersedia di 10 perpustakaan sekolah. Pojok Membaca merupakan sebuah upaya untuk mengoptimaliskan ruang perpustakaan yang terletak di sudut-sudut perpustakaan. Ruang ini didesain secara khusus untuk membuat siswa-siswi nyaman dan betah untuk membaca buku.

Pojok Membaca didesain menarik dengan warna tembok menarik, koleksi buku-buku penunjang belajar yang menggugah minat membaca seperti ensiklopedia, komik sains dan cerita bergambar, beberapa boneka dan karpet yang menambah kenyamanan kala membaca. “Kami senang kehadiran Pojok Membaca mampu meningkatkan jumlah kunjungan siswa-siswi ke perpustakaan sebesar 2 hingga 5 kali lipat, dari yang awalnya kurang dari 10 anak menjadi 45 anak setiap harinya,” tambah Ben Suadi.

Selain penyediaan Pojok Membaca, Program Pemberdayaan Perpustakaan juga terdiri atas pelatihan khusus dan lokakarya bagi kepala sekolah dan guru sekolah dasar (SD) mengenai manajemen perpustakaan dan program membaca, serta penyerahan 1.500 buku yang terdiri dari 150 judul buku penunjang pembelajaran bagi 10 SD di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Melalui program ini, para peserta pelatihan yang terdiri dari 40 guru dan kepala sekolah dapat mengaplikasikan keterampilan pengelolaan dan pemberdayaan perpustakaan di sekolah tempat mereka mengajar.

Pelaksanaan Program Pemberdayaan Perpustakaan beranjak dari dukungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni kepada Pemerintah dalam mensukseskan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Permendikbud) No. 21/2015 tentang kewajiban membaca selama 15 menit. Seperti yang sudah diketahui, minat baca masyarakat Indonesia masih rendah dibanding negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Bahkan, berdasarkan hasil survei Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO) pada 2012, indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001. Artinya hanya ada 1 dari 1.000 masyarakat Indonesia yang memiliki minat baca serius. Padahal, minat baca perlu untuk ditumbuhkan sedari dini, agar kebiasaan membaca terbawa hingga seseorang beranjak dewasa guna mengasah kemampuan berpikir seseorang.

Lebih jauh, Ben Suadi berharap manfaat besar yang diterima siswa/i dari Program Pemberdayaan Perpustakaan di Papua Barat juga dapat dirasakan oleh siswa/i dari berbagai wilayah lainnya di Indonesia. “Kami senang dapat berhasil mendukung Pemerintah serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni pada khususnya dalam meningkatkan minat baca di Papua Barat.  Keberhasilan program inimenjadi salah satu bukti komitmen kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia, terutama di bidang pendidikan. Kami berharap program ini dapat diaplikasikan di daerah lainnya di Indonesia guna menciptakan generasi penerus bangsa yang berkaliber tinggi,”tutup Ben Suadi.

Putera Sampoerna Foundation
Putera Sampoerna Foundation (PSF) adalah institusi bisnis sosial pertama di Indonesia yang memiliki visi untuk mencetak para calon pemimpin dan wirausahawan Indonesia handal di masa depan,yang diharapkan mampu  menghadapi tantangan global, berkontribusi, dan membawa perubahan positif kepada masyarakat di sekitarnya. PSF percaya bahwa visinya dapat dicapai dengan menyediakanpendidikan yang berkualitas bagi siswa Indonesia, menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan kewirausahaan, mencerahkan masyarakat umum melalui pemberdayaan perempuan, dan melaksanakan program bantuan kemanusiaan.

Untuk menjaga keberlanjutan bisnis sosialnya, PSF berperan sebagai penyelenggara program tanggung jawab sosial (CSR operator) yang telah dipercaya oleh lebih dari 300 perusahaan, organisasi maupun asosiasi untuk menjalankan program CSR mereka. PSF telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008, yakni sebuah sertifikat yang diberikan kepada organisasi dengan sistem manajemen kualitas yang telah memenuhi standar internasional. Untuk keterangan lebih lanjut, kunjungi www.sampoernafoundation.org.

School Development Outreach
Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach (PSF-SDO) merupakan penyedia layanan pengembangan pendidikan yang berdedikasi meningkatkan mutu sekolah dan tenaga pendidik di Indonesia agar dapat bersaing secara global. PSF-SDO menjalankan serangkaian program komprehensif dan berkesinambungan untuk meningkatkan kompetensi guru, membangun karakter siswa, mendukung pengelolaan sekolah yang bertanggung jawab, serta mengembangkan komunitas sekolah yang pro aktif.

Didukung oleh tenaga profesional berpengalaman di bidang pendidikan, PSF - SDO mengembangkan serangkaian pelayanan  komprehensif dan praktis untuk menjawab tantangan pendidikan di Indonesia, yakni Peningkatan Kualitas Layanan Sekolah melalui School Development Program (SDP), Peningkatan Profesionalisme Guru dan/atau Tim Manajemen Sekolah melalui Professional Development Program (PDP), Peningkatan Pendukung Pendidikan melalui Education Support Program (ESP), dan Layanan Asesmen dan Penelitian Pendidikan atau Education Research and Assessment Services.

PSF - SDO telah menyediakan pelatihan ekstensif ke lebih dari 22,000 tenaga pengajar, kepala sekolah, pengawas dan pengelola sekolah. Melibatkan diri dalam peningkatan kualitas pendidikan di 568 sekolah dan 25 madrasah, serta membangun 6 pusat belajar guru di berbagai pelosok Indonesia  Untuk keterangan lebih lanjut, kunjungi www.psfoutreach.com.(PR)



 

Tags :

KOMENTAR