ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Jepang Butuh 1 Juta Perawat Hingga 2025

19 November 2015
Jepang Butuh 1 Juta Perawat Hingga 2025
Para perawat dalam sebuah acara. (Foto: Ist)
JAKARTA - Potensi perawat Indonesia berkiprah ke negeri Sakura akan tetap terbuka hingga tahun 2025. BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) telah membuat kesepakatan dengan pihak pemerintah jepang melalui JICWELS. JICWELS adalah lembaga bentukan pemerintah Jepang yang membawahi program G to G penempatan TKI perawat di Jakarta pada Mei 2008. Dengan adanya kesepakatan tersebut, kesempatan perawat ke Jepang terus dibuka. Pendaftaran Perawat ke Jepang Tetap Dibuka

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Gatot Abdullah Mansyur mengatakan, pemerintah pada April lalu sudah berkunjung ke Jepang. Dalam pertemuan tersebut Jepang menyatakan membutuhkan tenaga kerja formal sejumlah satu juta orang hingga 2025. Indonesia telah mengirimkan ratusan atau mungkin sudah ribuan perawat ke Jepang.

Mantan Dubes Arab Saudi ini menjelaskan, potensi pengiriman satu juta TKI ini semakin kuat karena sudah ada nota kesepahaman antara BNP2TKI dengan JICWELS yakni lembaga bentukan pemerintah Jepang yang membawahi program G to G penempatan TKI perawat.

Dia menegaskan orang Jepang itu dikenal sebagai pekerja keras dan disiplin. Namun, Jepang melakukan pendekatan ke Indonesia karena mereka menyukai para perawat dan pendamping lansia dari Indonesia karena sudah dikenal disiplin, pekerja keras dan ramah.

Padahal Jepang juga sudah melakukan kerja sama penempatan tenaga kerja dengan Filipina dan Vietnam. Dia pun berharap, pekerja formal yang dikirim ke Jepang ini mempertahankan ciri khas sifat tersebut.

Tetap Dibuka
Badan Nasional Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) kembali membuka lowongan kerja ke Jepang. Periode pengiriman tenaga kerja perawat kali ini untuk tahun 2016. Seperti halnya tahun sebelumnya, perawat yang dikirim untuk bekerja di Jepang tahun depan akan ditempatkan dalam dua posisi. Ada lowongan untuk bekerja di RS sebagai perawat dan care worker untuk merawat lansia di panti jompo.

Kesempatan kerja ini merupakan program kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Jepang dalam kerangka Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Waktu pendaftaran berlangsung pada tanggal 2 Maret-3 Juni 2015.

Cara mendaftar untuk menjadi perawat di Jepang ada dua, bisa mendaftar secara langsung atau online. Adapun tempat pendaftaran di Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Jl. Hang Jebat III/F3 Lantai 6 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Pelamar juga dapat mendaftar secara online di http://bppsdmk.kemkes.go.id/tkki/june/Pendaftaran/

Lokasi pendaftaran lainnya di kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) atau Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (UPTP3TKI). Bisa juga di Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (LP3TKI).

Sedangkan tempat pendaftaran Calon TKI Care Worker dilakukan oleh BP3TKI/UPTP3TKI atau LP3TKI di masing-masing daerah.

Sebelum diberangkatkan, peserta akan melalui beberapa seleksi lowongan kerja ke jepang diantaranya:
    Seleksi administrasi
    Tes tertulis kemampuan keperawatan
    Tes bahasa Jepang atau Japanese Quiz
    Aptitude Test oleh Japan International Corporation Welfare Services (JICWELS)
    Interview oleh institusi pengguna rumah sakit atau panti lansia.

Pada saat interview dengan JICWELS, calon TKI akan diminta menandatangani pernyataan bersedia untuk diambil gambarnya melalui video.

Selama proses seleksi lowongan kerja ke jepang tersebut di atas JICWELS akan membagikan password dan nomor ID kepada masing-masing calon TKI nurse dan TKI careworker untuk pelaksanaan proses matching melalui website JICWELS.



Editor: Patricia Aurelia
KOMENTAR