ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Tiga Alumni ITS ini Ciptakan Aplikasi Pencegah Kehilangan Barang

03 Juni 2018
Tiga Alumni ITS ini Ciptakan Aplikasi Pencegah Kehilangan Barang
Tiga alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Christian Laksmono, Ryan Nathan dan Kavin Leonardo mencipatkan aplikasi digital yang dinamai Track ID. (IMCNews.ID)
SURABAYA, SCHOLAE.CO - Tiga alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Christian Laksmono, Ryan Nathan dan Kavin Leonardo mencipatkan aplikasi digital yang dinamai "Track ID" untuk mencegah kehilangan barang karena lupa.

Christian saat ditemui di kampus setempat Sabtu mengatakan cara kerja Track ID tinggal dimasukkan ke dalam dompet atau tas, setelah itu alat akan terkoneksi dengan aplikasi yang ada di telepon genggam.

"Jadi di telepon genggam ada aplikasi Track ID dan Trackker. Saat Trackker dimasukkan ke dalam tas, tas hilang untuk di jarak dekat bisa dibunyikan dan tahu lokasi tas itu ada di mana. Saat di kamar mau mencari dompet atau mencari HP, tinggal dipencet trackker dua kali HP akan bunyi,"katanya.

Selain berfungsi untuk mencari barang yang kelupaan, alat ini juga punya sistem preventif yang dapat mencegah dompet, tas atau yang lainnya supaya tidak hilang.

"Contohnya saat kita di suatu tempat, meninggalkan sesuatu pada jarak 20 meter HP otomotis getar dan memberikan pemberitahuan jika tasnya ketinggalan," ujarnya.

Namun jika sudah berada di tempat yang jauh dari tas atau dompet, alat akan menyimpan pemberitahuan di mana tempat tas ketinggalan terakhir di Google Maps. Jika berada sangat jauh, pengguna Track ID di Surabaya akan saling membantu untuk informasi di mana tas tersebut.

Track ID juga hanya bisa terkoneksi ke satu HP. Meski HP prang lain bisa baca ID yang ada di alat tapi tetap saja tidak bisa menjalankan. Sementara satu HP bisa koneksi ke empat alat.

Berbeda dengan alat sejenis yang memakai kartu sim, Christian menjelaskan, Track ID tidak pakai kartu sim. Jadi pengguna nantinya tidak perlu berlangganan atau apapun.

Christian mengungkapkan, latar belakang dia dan dua temannya menciptakan alat ini adalah dirinya sendiri merupakan seorang pelupa dan pernah ketinggalan pesawat karena kehilangan dompet di bandara yang disebabkan lupa menaruhnya.

"Akhirnya punya ide bikin alat ini dan bertemu dengan dua untuk menciptakan Track ID agar orang meminimalisir lupa pada suatu barang,"katanya.

Proses pembuatan alat ini sendiri tidaklah mudah. Setidaknya mereka bertiga membutuhkan waktu sembilan bulan dari mulai proses riset pada Juli 2017. Menurut Christian, kesulitan yang mereka dapatkan karena banyak komponen yang sama seperti telepon pintar dan di Indonesia belum pernah ada yang megang jadi bingung mau tanya ke siapa.

"Setelah sembilan bulan coba riset pasar ternyata banyak yang kurang. Tambah lagi dua bulan baru sekarang bisa dilaunching," ujarnya sebagaimana dilaporkan Antara.

Track ID sendiri sudah mulai dijual di Surabaya dengan harga jual Rp300 ribu satu alat. Namun bisa lebih murah jika beli empat. Selain di toko Track ID juga dijual Bukalapak dan Tokopedia.

Editor: Patricia Aurelia
KOMENTAR