ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Kreasi Pelajar Daerah, Bonggol Pisang Jadi Camilan

12 Desember 2018
Kreasi Pelajar Daerah, Bonggol Pisang Jadi Camilan
Olahan bonggol pisang buatan siswa (Net)

TULUNGAGUNG, SCHOLAE.CO - Siswa Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, membuat ramuan kuliner berbahan bonggol pisang, dengan mengolahnya menjadi camilan atau makanan ringan yang enak dan memiliki kandungan gizi tinggi.

Produk kuliner anyar itu merupakan hasil kreasi kelompok karya ilmiah remaja di MAN 1 Tulungagung yang sedang mengerjakan riset tentang pemanfaatan bonggol pisang.

"Awalnya kami melihat selama ini banyak bonggol pisang yang dibuang percuma. Kami lalu menelitinya dan mengubahnya menjadi camilan makanan yang enak," kata Vanisha Amelia di Tulungagung, Rabu (12/12).

Vanisha dibantu dua rekannya Latifatul Fadhilah dan Niken Ariningtyas melakukan riset bonggol pisang selama lebih kurang dua pekan. Hasil riset yang mereka lakukan, selain mengandung karbohidrat setara nasi, bonggol pisang ini juga kaya akan serat sehingga baik untuk pencernaan.

Agar bisa diolah menjadi penganan yang layak konsumsi, bonggol pisang terlebih dahulu harus diiris tipis. Setelah itu, irisan tersebut dicuci bersih dan direndam dalam air kapur. Perendaman ini untuk menghilangkan getah yang masih menempel pada bonggol pisang. Setelah direndam bonggol, kemudian kembali dicuci dan dikukus. Bonggol kemudian digoreng dan diberi bumbu sesuai selera.

"Ini sudah kami lakukan riset dan dipastikan aman untuk dikonsumsi," katanya. Camilan yang diberi nama Tera Bonggol Pisang ini diklaim memiliki tekstur yang unik. Jadi, meskipun melalui proses penggorengan, namun camilan ini tidaklah renyah dan tetap mempunyai tekstur kenyal.

Kreasi siswa ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala Sekolah MAN 1 Tulungagung Sugeng Riyadi mendukung penuh setiap riset yang dilakukan siswanya, bahkan akan membantu pengembagan riset tersebut. "Seperti camilan ini, kami akan membantu untuk bisa dipasarkan, minimal di sekolah sendiri sehingga bisa menjadi tambahan saku bagi siswanya," katanya.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR