ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Rumah Sakit PTN Se-Indonesia, Diresmikan

12 Desember 2018
Rumah Sakit PTN Se-Indonesia, Diresmikan
Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga Surabaya (Net)

SURABAYA, SCHOLAE.CO - Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya, meresmikan kantor sekretariat Rumah Sakit PTN se-Indonesia sebagai kantor resmi yang mengurus kendali jalanya organisasi antarrumah sakit.

Peresmian  dihadiri Istri Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih, Arumi Bachsin, dan Direktur RSUA Prof Nasronudin di sela peresmian di Surabaya Rabu (12/12). "Sekretariat ini bisa mengurus kegiatan 39 RS PTN yang dikerjakan bersama. Misalkan seminar dan lomba manajemen 'hospital' di Bangkok beberapa waktu lalu," tutur Nasron, dikutip Antara.
Pada kesempatan itu, RSUA Surabaya juga meresmikan Airlangga Aesthetic Center (ACC) yang menjadikannya sebagai pusat bedah plastik rekonstruksi dan estetik di Indonesia Timur.

Menurut Nusron, didirikannya ACC untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan estetika dan rekonstruksi dengan empat keunggulan yakni "dental aestetik", "stem cell anti aging", "skin and facial aestetik", dan "Indonesian varises".

"Pelayanan unggulan ini bisa sebagai konstruksi saat pencabutan gigi dewasa yang kadang juga mengganggu berbagai perkembangan gigi dan mulut," katanya.
Nasron melanjutkan, pelayanan selanjutnya adalah stem cell. Selama ini pasien banyak berobat ke luar negeri terkait keunggulan sel punca yang telah dikembangkan di sejumlah negara.

Pihaknya mulai dengan "stem cell anti aging" dengan tahap terbatas karena harus berbasis bukti atau "evidence base" dan risetnya harus menonjol.

Sementara untuk layanan "skin and facial", selain untuk kecantikan juga untuk rekonstruksi sebagai bentuk kepedulian masyarakat yang mengalami kecacatan atau kekurangan pada fisik wajahnya. Sedangkan penanganan varises dianggap sangat dibutuhkan bagi orang yang terganggu dengan varises yang dideritanya.

"Di sini selain ada alat dan dokter lengkap juga ada tiga kamar operasi. Bisa untuk operasi wajah, kelainan rahang, kelainan bawaan ataupun estetika. Kami masih mengikuti kaidah MUI, tidak ada operasi yang mengubah fungsi seperti ganti kelamin tidak kami layani," katanya.

Selain dokter spesialis, keberadaan AAC ini juga akan menjadi wadah pembelajaran untuk calon dokter. Sehingga nantinya akan ada regenerasi tenaga ahli di bidang kedokteran.

Arumi Bachsin yang hadir untuk melihat fasilitas AAC. mengatakan,  keberadaan AAC akan sangat membantu ibu-ibu ataupun individu yang memang membutuhkan penanganan rekonstruksi dan estetika. "Akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di Jatim dengan adanya AAC ini, saya lihat dokternya sudah cukup berpengalaman sehingga pasien pasti nyaman," katanya.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR