ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Sistem Pendidikan Indonesia Dipuji Malaysia

13 Januari 2019
Sistem Pendidikan Indonesia Dipuji Malaysia
Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Ciri khas pendidikan Indonesia adalah mendaraskan  aspek nilai pada peserta didik, sehingga siswa memiliki karakter yang baik. Penanaman aspek nilai ini, menuai pujian negeri tetangga. Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik menyampaikan pentingnya penyelengaraan pendidikan yang mengedepankan aspek-aspek nilai untuk menciptakan peradaban dunia yang lebih baik.

Pendidikan yang terpisah dengan nilai, lanjut  Maszlee hanya akan melahirkan generasi tak manusiawi yang hanyak akan menciptakan penyebab konflik sosial.  semisal perpecahan, ketamakan, dan kehancuran. Oleh karena itu, penyelenggaraan pendidikan harus selalu dikaitkan dengan aspek-aspek nilai. Maka ia pun memuji pendekatan pendidikan di Indonesia yang lekat dengan kebudayaan lokal. Dia menilai kebudayaan merupakan sarana yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai.

"Saya gembira dan kagum dengan pendekatan Indonesia yang meletakkan kebudayaan dan pendidikan di bawah satu kementerian. Ini langkah moderat karena pendidikan terkait nilai dan budaya salah satu wahana untuk menyampaikan nilai," ujar Maszlee saat memberi ceramah singkat dalam kunjungannya di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Maszlee menuturkan penekanan terhadap budaya di Indonesia begitu tinggi. Contohnya saja, dia cukup kagum bahwa guru-guru pendidikan dasar di Indonesia dalam mengajar juga disertai keterampilan bermain musik, bernyanyi, bahkan menari. Hal itu tak dimiliki oleh pengajar di Malaysia.

Dia pun berharap ke depan Indonesia dan Malaysia bisa mempererat kerja samanya di bidang pendidikan. Salah satunya, melalui pertukaran guru. "Baik Indonesia maupun Malaysia mempunyai kelebihan dan kekurangan maka kita perlu saling melengkapi. Saya yakin ke depan kerja sama pendidikan Indonesia-Malaysia bisa digandakan," katanya.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR