ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

BPK PENABUR, Tuan Rumah Konvensi Nasional IV Sekolah SPK Indonesia

28 Februari 2019
BPK PENABUR, Tuan Rumah Konvensi Nasional IV Sekolah SPK Indonesia
Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) Indonesia Kamis hingga Jumat (28/2/2019-2 Maret 2019) menggelar Konvensi Nasional ke-IV yang berlangsung di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Arahkita/Theresia Masang)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - BPK PENABUR terpilih menjadi tuan rumah dan otomatis menjadi Ketua Panitia Pelaksana Konvensi ke-IV Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) Indonesia. Tim kerjanya selain dari BPK PENABUR juga didukung oleh beberapa sekolah SPK yang lain.

Hal tersebut dijelaskan Ketua Panitia Konvensi Nasional IV Sekolah SPK Indonesia, Shirley Puspitawati, M.Sc, M.Ed (Led)  dalam percakapan dengan arahkita.com di tengah berlangsungnya Konvensi Nasional ke-IV SPK Indonesia di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta Utara Kamis hingga Jumat (28/2/2019-2 Maret 2019) 

Konvensi dengan mengusung tema SPK Berkolaborasi SPK Menginspirasi, konvensi tahun ini memiliki makna bahwa SPK harus senantiasa berkolaborasi dalam berkontribusi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Kolaborasi dapat dilakukan baik dengan lembaga pendidikan asing (LPA) yang merupakan mandat dari Permendikbud No. 31 Tahun 2014, kolaborasi dengan pemerintah dalam hal pelaksanaan kebijakan maupun kontribusi dalam masyarakat pada umumnya untuk menciptakan generasi yang dapat menginspirasi dunia.

Shirley dalam sambutannya menjelaskan bahwa acara Konvensi Nasional IV Sekolah SPK Indonesia yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari di 2 tempat utama. Diawali di Hotel Santika Kelapa Gading untuk acara pembukaan dan makan malam. Lalu dilanjutkan keesokan harinya di BPK PENABUR Kelapa Gading selama 2 hari penuh.

Lanjut Shirley, SPK atau kepanjangan dari Satuan Pendidikan Kerjasama, merupakan satuan pendidikan yang mengkolaborasikan antara kurikulum internasional dengan kurikulum nasional. Sebelum dikeluarkannya Permendikbud No, 31 Tahun 2014, SPK dikenal dengan sebutan sekolah internasional atau sekolah swasta nasional plus. Konvensi ini merupakan kegiatan tahunan terbesar bagi sekolah-sekolah SPK di Indonesia.

Konvensi ini kata Shirley tidak hanya dihadiri oleh sekolah-sekolah SPK di Indonesia namun dihadiri pula oleh sekolah- sekolah swasta nasional yang berkeinginan menjadi sekolah SPK atau yang ingin mengetahui perkembangan dunia SPK. Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia (PSSI) yang didirikan secara sah pada tahun 2015, merupakan satu-satunya wadah sekolah SPK dengan cakupan terluas di Indonesia yang saat ini memiliki anggota sebanyak 387 SPK. PSSI berinisiatif untuk menyelenggarakan acara tahunan ini untuk memfasilitasi komunikasi antara sekolah SPK dan pembuat kebijakan, dalam hal ini pemerintah.

Acara ini kata Shirley Puspitawati, M.Sc, M.Ed, dari BPK Penabur Jakarta sebagai Ketua Panitia Konvensi Nasional IV Sekolah SPK sekaligus Bendahara Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia untuk periode 2017-2020 juga menjadi sarana pengembangan profesionalisme pendidik dan tenaga pendidik dimana terdapat sesi informatif dari pembicara-pembicara yang berkualitas baik yang berasal dari Indonesia maupun mancanegara.

Tari Saman yang dipentaskan Siswi dari BPK PENABUR Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Arahkita/Theresia Masang)

Acara ini dibuka dengan pidato sambutan yang dibawakan Kasudin Jakarta Utara, Momon Sulaeman, MM, MSi mewakili Gubernur DKI Jakarta. Hadir sebagai pembicara kunci di pembukaan adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Pendidik, Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah, Sekretaris Badan Akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal dan Koordinator Ujian Nasional Badan Standar Nasional Pendidikan.

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari beberapa Dinas Pendidikan yaitu Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Banten dan Dinas Pendidikan Kabupaten Badung, Bali. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari sekolah SPK, sekolah Non-SPK, pemerhati pendidikan, pakar dan praktisi pendidikan, pimpinan lembaga pendidikan dan institusi yang berkecimpung di dunia pendidikan. Topik-topik yang dibahas di tahun ini adalah kolaborasi antara Lembaga Pendidikan Indonesia (LPI), Lembaga Pendidikan Asing (LPA) serta pemerintah dalam hubungannya menjaga standar mutu pendidikan di SPK dan relevansinya terhadap standar nasional pendidikan. Konvensi tersebut juga akan membahas mengenai tinjauan atas hasil akreditasi SPK sementara di tahun 2018 dan wacana akreditasi untuk SPK definitif di tahun 2019.

Konvensi ini juga membicarakan mengenai kolaborasi antara SPK dan Dinas Pendidikan Provinsi setempat yang pada kesempatan ini dihadiri oleh Wakil Kepada Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Badung, Bali yang memiliki prosentase terbesar atas jumlah sekolah SPK. Pendidikan Anak Usia Dini juga tidak luput menjadi topik pembicaraan di konvensi yang menarik sebagian besar tenaga pendidik di sekolah SPK Indonesia.

Sebagian peserta Konvensi Nasional IV SPK Indonesia, yang berlangsung Kamis hingga Jumat (28/2/2019-2 Maret 2019) di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Arahkita/Theresia Masang)

Agenda baru dari acara tahunan ini adalah sesi dimana terdapat pembicara yang merupakan alumni atau lulusan dari sekolah SPK yang saat ini menjadi public figur dan memiliki kontribusi yang luar biasa kepada negara.

Acara nantinya kata Shirley akan ditutup dengan pembacaan laporan Ketua PSSI, Haifa Segeir, yang memaparkan mengenai kegiatan yang telah dilakukan selama satu tahun dan rencana kegiatan di tahun berikutnya. Telah diumumkan pula tuan rumah untuk Konvensi Nasional tahun berikutnya yaitu Green School, Bali yang akan menyelenggarakan konvensi pada minggu pertama April 2020 sekaligus menjadi ajang pemilihan Ketua PSSI untuk periode 2020-2023.

Reporter: Theresia Masang




Editor: Farida Denura
KOMENTAR