ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Gubernur Anies Berpesan ke SPK Indonesia Agar Akses Pendidikan Diperluas bagi Kaum Difabel

28 Februari 2019
Gubernur Anies Berpesan ke SPK Indonesia Agar Akses Pendidikan Diperluas bagi Kaum Difabel
Kasudin Jakarta Utara, Momon Sulaeman, MM, MSi mewakili Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan sambutan sekaligus membuka Konvensi Nasional IV SPK Indonesia, yang berlangsung Kamis hingga Jumat (28/2/2019-2 Maret 2019) di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Arahkita/Theresia Masang
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Kasudin Jakarta Utara, Momon Sulaeman, MM, MSi mewakili Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengharapkan Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) Indonesia yang secara umum telah mencapai bahkan melampaui standar pendidikan nasional dan sejalan dengan temanya SPK Berkolaborasi, SPK Menginspirasi perlu berkolaborasi dan mampu menginspirasi lembaga pendidikan yang lain.

Hal tersebut disampaikan Momon Sulaeman dalam sambutannya sekaligus membuka Konvensi Nasional IV SPK Indonesia, yang berlangsung Kamis hingga Jumat (28/2/2019-2 Maret 2019) menggelar Konvensi Nasional ke-IV yang berlangsung di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam kesempatan tersebut Momon menyampaikan pesan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar akses pendidikan di SPK Indonesia diperluas juga bagi kaum difabel. Beberapa SPK ada yang sudah berbagi ilmu seperti halya Jakarta Inter Cultural School. Mereka kata Momon sudah memberikan sumbangsih kepada guru-guru di wilayah Jakarta sehingga mampu menginspirasi dan berkolaborasi khususnya dengan guru-guru di sekolah negeri.

"SPK merupakan lembaga pendidikan yang secara umum telah mencapai bahkan melampaui standar pendidikan nasional dan sejalan dengan temannya menginspirasi lembaga pendidikan yang lain baik di lingkungan lokal, global, regional,"ungkap Momon Sulaeman.

Lebih lanjut Momon mengatakan setiap potensi yang ada di SPK Indonesia menghasilkan suatu keputusan yang nanti akan meningkatkan kualitas layanan pendidikan pada masyarakat. Tentunya, banyak sumber daya unggul yang dimiliki SPK Indonesia.

Karenanya kata Momon saatnya SPK Indonesia berkolaborasi bukan dengan SPK lainnya tapi juga dengan satuan pendidikan yang lainnya.

"Kita ketahui kualitas pendidikan di Jakarta Utara, itu disparitasnya luar biasa. Kalau berkunjung ke pantai utara, Cilincing, Penjaringan itu lapangan di sekolahnya masih becek. Kami harapkan bisa berkolaborasi dengan mereka agar mereka mendapatkan pendidikan yang layak,"pinta Momon.

Ketua Panitia Konvensi Nasional IV Sekolah SPK Indonesia, Shirley Puspitawati, M.Sc, M.Ed dalam sambutannya menjelaskan bahwa acara Konvensi Nasional IV Sekolah SPK Indonesia yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari di 2 tempat utama. Diawali di Hotel Santika Kelapa Gading untuk acara pembukaan dan makan malam. Lalu dilanjutkan keesokan harinya di BPK PENABUR Kelapa Gading selama 2 hari penuh.

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari beberapa Dinas Pendidikan yaitu Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Banten dan Dinas Pendidikan Kabupaten Badung, Bali.

Acara yang dihadiri lebih dari 120 sekolah dari seluruh Indonesia di antaranya dari SPK Jakarta, Manado, Jambi, Aceh, Medan, dan Batam ini kata Shirley pesertanya berasal dari sekolah SPK, sekolah Non-SPK, pemerhati pendidikan, pakar dan praktisi pendidikan, pimpinan lembaga pendidikan dan institusi yang berkecimpung di dunia pendidikan. Topik-topik yang dibahas di tahun ini adalah kolaborasi antara Lembaga Pendidikan Indonesia (LPI), Lembaga Pendidikan Asing (LPA) serta pemerintah dalam hubungannya menjaga standar mutu pendidikan di SPK dan relevansinya terhadap standar nasional pendidikan.

Konvensi tersebut juga akan membahas mengenai tinjauan atas hasil akreditasi SPK sementara di tahun 2018 dan wacana akreditasi untuk SPK definitif di tahun 2019.

Repoter: Theresia Masang

 


Editor: Farida Denura
KOMENTAR