ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Shirley Puspitawati Harapkan Konvensi Nasional Dapat Menjalin Kerja Sama yang Erat Sesama Pendidik

28 Februari 2019
Shirley Puspitawati Harapkan Konvensi Nasional  Dapat Menjalin Kerja Sama yang Erat Sesama Pendidik
Ketua Panitia Konvensi Nasional IV Sekolah SPK Indonesia sekaligus Bendahara Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia untuk periode 2017-2020, Shirley Puspitawati, MSc, MEd (Led). (Arahkita/Theresia Masang)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Ketua Panitia Konvensi Nasional IV Sekolah SPK Indonesia Shirley Puspitawati, MSc, MEd (Led) menjelaskan Konvensi Nasional IV Sekolah SPK Indonesia merupakan even tahunan bagi para pendidik, khusunya di sekolah SPK (Satuan Pendidikan Kerja Sama) yang dulu dikenal sebagai Sekolah Internasional karena banyak menggunakan kurikulum internasional.

Karenanya harapan BPK PENABUR dari konvensi ini menurut Shirley adalah adanya jalinan yang erat, kerjasama, hubungan yang baik antar sesama pendidik, dengan semangat bukan untuk bersaing tetapi justru lewat keunikan masing-masing, lewat prestasi masing-masing dapat bersatu hati, bekerjasama, berkolaborasi menghasilkan sesuatu untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

"Karena pada dasarnya Sekolah SPK ini juga punya kerinduan selalu untuk mau memberikan pengimbasan. Bahwa apa yang kami rasakan, apa yang kami alami, kami juga ingin rekan-rekan di luar sana untuk belajar bersama dan mengambil bagian dari kita. BPK PENABUR memberikan pengimbasan dan pelatihan kepada guru-guru di daerah,"tambahnya
Setiap tahun jelas Shirley diadakan untuk bertemu dengan para pendidik, para pimpinan pendidikan dari sekolah-sekolah SPK di seluruh Indonesia. Tahun ini ada 120 peserta dari sekolah yang ikut serta. BPK PENABUR terpilih menjadi tuan rumah dan otomatis menjadi Ketua Panitia Pelaksana Konvensi ke-IV. Tim kerjanya selain dari BPK PENABUR juga didukung oleh beberapa sekolah SPK yang lain.

Konvensi ini lanjut Shirley menjadi sarana bagi guru-guru untuk belajar. "Akan ada sesi yang bisa membantu guru-guru dalam mengembangkan potensi dan diri mereka. Dari pengetahuan yang mereka dapat di konvensi ini dapat mereka sosialisasikan di sekolah masing-masing. Secara tidak langsung potensi mereka juga berkembang,"ungkapnya.

Shirley menambahkan BPK PENABUR terpilih menjadi koordinator karena sejak berdirinya perkumpulan sekolah SPK Indonesia, BPK PENABUR menjadi salah satu inisiatornya dan sejak awal mula berdirinya asosiasi ini BPK Penabur Jakarta sudah terlibat.

Dalam kegiatan ini, sebagai Panitia melibatkan para siswa, guru BPK PENABUR menyisihkan waktu, tenaga, siswa untuk ikut berpatisipasi.

Disinggung soal kurikulum di sekolah SPK Indonesia dengan sekolah nasional lainnya, Shirley mengatakan memang ada perbedaan antara kurikulum nasional dan internasional. Kurikulum di sekolah SPK Indonesia menggunakan kurikulum internasional yang disebut dengan lembaga pendidikan asing. "Jadi setiap sekolah SPK standar dan kurikulumnya berbeda-beda. Ujian nasional tetap dari pemerintah. Namun dalam prosesnya ada sebuah standar lain yang diikuti oleh sekolah-sekolah SPK. Banyak sekolah SPK yang memakai dari sistem pendidikan Ingggris, Amerika, Australia dan Singapura,"kata Shirley.

Kurikulum yang dipakai juga kata Shirley membedakan bahwa mereka bisa lulus dengan standar yang bisa diterima lebih banyak di universitas atau perguruan tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri.

Ditegaskan Shirley, Sekolah SPK hadir di Indonesia bukan menjadi lembaga pendidikan yang eksklusif. Banyak tanggapan orang bahwa sekolah SPK itu mahal. Sebenarnya standar internasional itu membutuhkan biaya lebih karena kita bekerjasama dengan lembaga pendidikan asing dengan standar yang berbeda.

"Karena standar yang harus dicapai dari anak yang di sekolah SPK itu lebih tinggi, pastinya itu membutuhkan sumber daya dukungan dari yang lain. Kita terus bekerjasama dengan sekolah-sekolah nasional juga tidak ada pembedaan bahwa sekolah internasional lebih borju itu adalah pendapat yang ada di masyarakat, tapi pada dasarnya tidak seperti itu,"tandas Shirley.

Disinggung soal dukungan pemerintah terhadap Sekolah SPK di Indonesia Shirley mengatakan bahwa dukungan yang diberikan pemerintah sampai saat ini bisa mengakomodir kebutuhan sekolah SPK. Salah satunya di DKI Jakarta untuk tingkat SD mereka sudah mulai menerjemahkan soal ujian dalam bahasa Inggris. Instrumen akreditasi memang dikhususkan untuk sekolah SPK. Pada dasarnya kata Shirley setiap sekolah bertujuan untuk mengembangkan potensi anak didik.

Ditambahkan Shirley, karena di sekolah SPK lebih banyak project dan eksplorasi maka para orang tua harus siap bahwa anak-anak perlu diberikan kebebasan dalam mengekplorasi talenta dirinya. "Sekolah SPK berupaya untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri anak tersebut,"pungkasnya.

Reporter: Theresia Masang

 


Editor: Farida Denura
KOMENTAR