ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Kemendikbud Nilai Metode Pendidikan BPK PENABUR Kaya Inovasi

02 Maret 2019
Kemendikbud Nilai Metode Pendidikan BPK PENABUR Kaya Inovasi
Dr.Supriano, M.Ed (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Kegiatan tahunan yang mengayomi sekolah-sekolah swasta unggulan, kembali digelar. Kegiatan bertajuk Konvensi Nasional Sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) ini, dilaksanakan pada 28 Februari - 2 Maret di Jakarta.  Kali ini BPK PENABUR menjadi tuan rumah terseleggaranya acara yang diawaki sekolah-sekolah SPK, yang dahulu dikenal dengan sebutan sekolah internasional.

Kegiatan yang mengambil moto "SPK berkolaborasi, SPK menginspirasi" ini, disambut baik Dr.Supriano, M.Edlah selaku Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Forum ini, diungkap Supriano sebagai wahana gagasan dan pencarian solusi bersama atas kendala-kendala yang dihadapi sekolah-sekolah swasta.

Salah satu substansi yang dibahas adalah soal pembinaan kompetensi guru. Jalur yang disiapkan pemerintah adalah mengikuti ujian dengan standar nasional, sertifikasi, maupun program Pendidikan Profesi Guru (SPG). "Keselarasan ini harus dibahas bersama karena setiap program memiliki tujuan dan kekhasannya masing-masing," kata Suprianto pada scholae.co di Jakarta, Jumat (01/03).

Persoalan akreditasi pun, menjadi topik diskusi kegiatan ini. Adanya anggapan bahwa akreditasi didominasi sekolah negeri--binaan pemerintah, memberikan aura kompetensi yang kurang sehat antar lembaga pendidikan. "Maka pemerintah mendorong masyarakat agar tidak ragu memilih SPK sebagai sekolah unggulan," ungkapnya. Langkah ini untuk menghilangkan persepsi tersebut.

Image yang berkembang di masyarakat, sekolah unggulah atau internasional dianggap tidak sejalan dengan kebijakan pendidikan Indonesia. Dengan hadirnya forum konvensi nasional tersebut, dibahas pula kemitraan dengan bentuk kolaborasi antar SPK, sehingga kurikulum yang diajarkan sesuai standar undang-undang yang berlaku. "Apabila SPK ingin memdapatkan akreditasi A, maka tenaga pendidik atau guru  harus bersetifikasi. Disinilah kami akan menyusun konsep bagaimana mempermudah proses akreditasi tersebut," tandas Suprianto. Dengan demikian, memudahkan pula para guru untuk mendapatkan sertifikasi, lantara lembaga yang dinaunginya telah mengantongi akreditasi terbaik.

Selain muatan-muatan substantif, rangkaian kegiatan yang digelar juga memungkinkan para guru dalam meningkatkan kompetensi khususnya dalam proses pembelajaran. "Dengan menunjukan kreativitas inovasinya, menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah baik SPK maupun non SPK yang dikelola pemerintah dan swasta," papar Suprianto.

Menurutnya, sekolah swasta unggulan semacam BPK PENABUR, lebih kaya inovasi dalam mengembangkan kurikulum pendidikan nasional. Lembaga pendidikan yang dikenal sebagai 'pabrik' Siswa Berprestasi Oympiade ini, memiliki metode pembelajaran ilmiah sains, sekaligus menyenangkan. Cara mentransfer ilmu dengan konsep serupa, memberikan dampak positif pada para siswa dengan penerapan pengetahuan lewat cara-cara fun.

"Bagaimana membuat materi yang mudah dibaca. Saling menghubungkan antara ekosistem dan peningkatan kompetensi yang kemudian disebarkan ke sekolah-sekolah yang ada di sekitarnya. Saya rasa SPK  bisa melakukan hal yang sama itu merupakan hal yang luar biasa untuk peningkatan kompetensi guru-guru kita," papar Suprianto.

Reporter: Theresia Masang





Editor: Maria L Martens
KOMENTAR