ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Main Mata di Buku SMA Kabupaten Jember

18 September 2018
Main Mata di Buku SMA Kabupaten Jember
Aliansi Masyarakat Peduli Jember, Menemukan Kejanggalan Dalam Hal Pembelian Buku Teks Pelajaran SMA (Net)

JEMBER, SCHOLAE.CO - Ada yang janggal dalam penggunaan Dana BOS SMA Tahun 2018 di Kabupaten Jember, yaitu pembelian buku teks pelajaran SMA hampir seluruhnya seragam dan terkesan diarahkan untuk membeli buku dari penerbit tertentu.

Salah satu organisasi kemasyarakatan, Aliansi Masyarakat Peduli Jember, menemukan kejanggalan di lapangan yang terjadi di jenjang SMA Negeri dan SMA Swasta setempat. Pada sekolah Negeri, seperti rilis yang diterima redaksi scholae.co disebutkan bahwa penerbit Grafndo memfasilitasi baragam buku-buku pelajaran. Sedangkan di berbagai sekolah Swasta, pendistribusian buku-buku pelajaran adalah penerbit Mediatama.  

Menurut kelompok aliansi tersebut, pembayaran buku-buku kepada kedua penerbit menggunakan Dana BOS  Tahun Anggaran 2018 Tri Wulan Kedua. Bila dikalkulasi anggaran yang ditetapkan dalam Permendikbud RI No. 1 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah, bakal ada 'profit' yang dituai oleh pihak-pihak yang terlibat. Penghitungannya adalah,  alokasi Dana BOS SMA adalah Rp. 1.400.000/Siswa/Tahun. 20% dari dana tersebut dapat dibelikan buku, artinya anggaran untuk pembelian buku adalah sebesar Rp. 280.000/Siswa/Tahun. Misalkan di Jember ada 25.000 Siswa SMA, berarti jumlah Dana BOS Tahun 2018 yang tersedia untuk pembelian buku adalah sebesar 7 Milliar.

"Dari penelusuran yang Kami lakukan, pengkondisian pembelanjaan buku ini sudah terjadi sejak tahun 2017 yang lalu. Sangat aneh sekali jika dana sebesar itu bisa dimonopoli oleh hanya beberapa penerbit itu saja, karena sebenarnya banyak sekali pilihan buku dan penerbit lain yang jauh lebih baik dari yang telah disebutkan tersebut," demikian bunyi release yang diterima redaksi scholae.co.

Pembelanjaan buku SMA seperti ini sangat mungkin menyimpang dari aturan sistem perbukuan yang baru. Karena dalam Juknis BOS dijelaskan bahwa Buku Pelajaran Peminatan SMA yang dapat dibeli harus telah dinilai dan ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penetapan ini tercantum dalam Kepmendikbud RI No. 148/P/2016. Dan ternyata, tidak semua judul buku dari Penerbit Grafindo lolos penilaian.Ada beberapa buku SMA dari Penerbit Grafindo yang tidak lolos penilaian, yaitu buku untuk mata pelajaran Kimia Kelas 10, Kimia Kelas 12, Sosiologi Kelas 10, Sosiologi Kelas 12, Ekonomi Kelas 10, Sejarah Kelas 10, Sejarah Kelas 11, Sejarah Kelas 12, Matematika 10, dan Bahasa Inggris 11.

Buku yang tidak lolos penilaian tersebut seharusnya tidak boleh dijual. Beberapa keluhan yang diterima adalah, kualitas buku yang kurang bagus, harga buku mata pelajaran peminatan relatif mahal, serta pengiriman yang terlambat.

Dari fakta yang ditemukan ini, Aliansi Masyarakat Peduli Jember menemui Kepala Sekolah di lembaga pendidikan bersangkutan. Ditemukan bukti bahwa  memang ada semacam arahan secara tidak langsung dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jatim Kabupaten Jember,  agar lembaga sekolah  membeli buku dari Penerbit Grafindo dan Mediatama. Para pimpinan sekolah rupanya sepakat untuk mengikuti arahan tersebut lantaran khawatir bakal dipersulit dalam pelaporan Dana BOS. Selain itu, ada kekawatiran dimutasi ke luar kota atau diturunkan menjadi Guru biasa. (Editor: Maria L. Martens)


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR