ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Kemenristekdikti Sematkan Dua Penghargaan pada STF Driyarkara

13 Februari 2019
Kemenristekdikti Sematkan Dua Penghargaan pada STF Driyarkara
Penerimaan dua penghargaan dari Kemenristekdikti (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)  memberikan penghargaan kepada Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Selasa (12/2/2019) di Jakarta. Apresiasi dari Pemerintah ini diberikan bertepatan dengan hari jadi STF yang genap berusia 50 tahun pada 1 Februari 2019.

Penghargaan  berupa dua piagam penghargaan sekaligus dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), disematkan atas prestasi lembaga ini sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang mendapatkan Akreditasi Institusi A pada tahun 2018.

Selain itu, STF dianggap telah berhasil meningkatkan Jenjang Jabatan Akademik Dosen Profesor Tahun 2018 di lingkungan LLDIKTI Wilayah III. Misalnya,  Driyarkara telah berupaya mengurus dosen STF hingga memperoleh seorang Guru Besar/ Profesor dalam Bidang Ilmu Teologi yakni Mgr Adrianus Sunarko, OFM (sekarang Uskup Pangkal Pinang). Kedua piagam penghargaan yang ditanda-tangani oleh Kepala LLDIKTI Wilayah III DKI Jakarta, Dr. Ir. Illah Sailah, M.S, diterima oleh Ketua STF Driyarkara Jakarta, Pastor Dr Simon Petrus Lili Tjahjadi, Pr.

Atas penghargaa tersebut, rohaniwan yang biasa disapa dengan sebutan Pastor Lili, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bukti keberhasilan soliditas dan kerja-keras semua warga civitas akademika (dosen, karyawan, mahasiswa) yang terlibat di sana. “Kepada mereka saya ucapkan banyak berterima kasih,” ungkap kelahiran Jakarta, 13 Juni 1963.

Menjelang perayaan pesta emas 50 tahun STF Driyarkara, serangkaian acara syukur akan digelar di sepanjang tahun 2019 ini. Namun, sebagaimana dituturkan oleh Pastor Lili, semuanya akan diawali dengan Misa Syukur bersama di Gereja St Paskalis, Cempaka Putih, Jakarta pada Sabtu, 16 Februari 2019, mulai pukul 09:30 WIB, dilanjutkan dengan acara ramah-tamah.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR