ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Lulus Kuliah Mau Jadi Entrepreneur atau Profesional?

16 Februari 2019
Lulus Kuliah Mau Jadi Entrepreneur atau Profesional?
Seminar UPH 'Enterpreneur atau Profesional?'

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Sebelum lulus kuliah, umumnya pertanyaan yang muncul Badan Eksekutive Mahasiswa (BEM) UPH bekerjasama dengan Career Center Departemen UPH menggelar seminar bertajuk ‘Enterpreneur atau Profesional?’ di kampus UPH Lippo Karawaci, beberapa waktu lalu. Narasumber yang tampil adalah para alumni yang telah sukses di kancah profesional maupun entrepreneur. Diantaranya, Ryo Saputra Limijaya, Alumni Hubungan Internasional (HI) UPH 2008, yang sukses berkarir sebagai Head of Sales and Marketing Anomali Coffee.  Serta Richie Wirjan, Alumni Ilmu Komunikasi 2007, Owner Credens Strategic Branding.

Ryo pun berbagi nasehat agr  dalam memilih jalur karier yang penting harus diketahui adalah  apa potensi utama dan bidang apa yang disukai untuk bekerja.  “Ketika dua hal ini telah diketahui, maka pekerjaan itu akan jadi kesenangan dan kontribusi yang kita berikan pasti lebih besar,” katanya.

Ia pun bercerita, ketika berniat bekerja di bidang food and beveragees, ia harus memiliki pemahaman tentang Indonesia. "Ini alasan saya pilih HI juga ketika berkuliah, ingin jadi diplomat negara cita-cita awal saya. Tapi ketika saya berkarier di Anomali, saya pun akhirnya juga jadi seorang diplomat, diplomat kopi tepatnya – mempromosikan kopi Indonesia ke dunia,” papar Ryo. Menurutnya orang cenderung memisahkan professionalism dan entrepreneur. Padahal keduanya memiliki keterkaitan. "Ketika seseorang ingin menjadi professional atau dengan kata lain bekerja di suatu tempat dan nantinya ingin ada di top of management, modal yang harus dimiliki adalah ‘being entrepreneur in the companysehingga perlu juga memiliki entrepreneurship mindset,” tegas Ryo.

Pembicara berikutnya,  Richie yang sebelumnya pernah menjadi seorang professional dengan jabatan Country Manager di Asia Digital Garden pada tahun 2015. Ia melihat bahwa jadi entrepreneur bukan sekedar karena ingin bekerja sendiri, bebas, dan tidak berada di bawah orang lain.

“Ketika kamu ingin jadi entrepreneur tapi kamu masih bekerja di perusahaan orang lain, pahami bahwa dengan jiwa entrepreneur, kamu punya kesempatan membesarkan perusahaan tersebut. Dan ketika memutuskan untuk menjadi entrepreneur, kamu harus pastikan apakah kalian yakin dan siap menjalani bisnis yang telah disiapkan. Entrepreneurship bukan hanya bicara tentang Business Plan, melakukan pameran, dapat pembeli, dan selesai. Tapi lebih dari itu apakah kalian siap berkomitmen dalam keadaan usaha yang sedang berjalan baik maupun melemah, kalian tetap memberikan kualitas terbaik dan bisa impactful,” ungkap Richie.

Diakhir paparannya, Richie mengingatkan juga baik seseorang ingin menjadi entrepreneur atau professional, keduanya membutuhkan suatu prinsip yang mutlak yaitu attitude yang baik, punya integritas, sikap profesionalitas, respect kepada siapa pun, dan persistence.






Editor: Maria L Martens
KOMENTAR