ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Sumbangsih Septelia Inawati Wanandi untuk Pasien Kanker

08 Maret 2019
Sumbangsih Septelia Inawati Wanandi untuk Pasien Kanker
Septelia Inawati Wanandi saat menerima penghargaan (Net)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberikan penghargaan kepada insan-insan pendidik dan tenaga kependidikan (Diktendik) sebagai bentuk apresiasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang telah berdedikasi melaksanakan Tri Darma pendidikan tinggi.

Tahun 2018 lalu, terdapat tujuh penghargaan yang diberikan. Dua penghargaan diberikan kepada dosen, yakni dosen bidang sains dan teknologi (saintek). Sedangkan lima penghargaan lainnya dianugerahkan kepada tenaga kependidikan, meliputi pranata laboratoriun pendidikan, pustakawan, arsiparis, pengelola keuangan, dan administrasi akademik berprestasi.

Nama Ilmuwan biokimia dan biologi molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Septelia Inawati Wanandi, terpilih sebagai Dosen Berprestasi Terbaik bidang Sains dan Teknologi 2018. Penganugerahan diberikan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.

Dalam kesempatan itu, Septelia mempresentasikan rangkuman hasil penelitian yang berjudul "Menyibak Tabir Sel Punca Kanker sebagai Target Deteksi dan Terapi Kanker Payudara". Berdasarkan risetnya bersama tim tersebut, Septelia memberikan rekomendasi agar tata laksana terapi sel punca yang sedang marak akhir-akhir ini perlu dipertimbangkan kembali mengingat sel punca dan sekretomnya dapat memicu peningkatan kepuncaan dan keganasan sel punca kanker payudara.

Septelia menuturkan bahwa penyakit kanker merupakan masalah kesehatan utama di berbagai negara, baik negara maju maupun berkembang. Tingginya kasus kanker payudara mendorong perlunya penelitian untuk mencari solusi tentang deteksi dini, pencegahan, pengobatan dan penatalaksanaan yang tepat untuk menekan munculnya kasus baru, mengobati dan mempertahankan kualitas hidup bagi penderita.

"Walaupun terapi kanker payudara telah berkembang pesat, namun angka resistensi terapi dan kekambuhan penyakit masih cukup tinggi," ungkapnya suatu kali. 
Menurut Septelia, saat grup penelitian Cancer Stem Cells (CSC) di Departemen Biokimia dan Biologi Molekuler FKUI mulai dibentuk (2010), pemahaman mengenai keberadaan dan peran sel punca kanker masih sangat terbatas terutama di Indonesia.

Ia pun melanjutkan, perlu strategi deteksi dini dan terapi yang ditargetkan pada CSC dan lingkungan mikro tumor. Penelitian ini berhasil menyibak tabir CSC sebagai target deteksi dan terapi kanker payudara. "Saat ini, grup penelitian dari Departemen Biokimia dan Biologi Molekuler FKUI juga tengah mendalami keberadaan dan peran CSC pada kanker lainnya yaitu glioblastoma, kanker kolorektal dan kanker ovarium," ujarnya.

Atas prestasi ini, Rektor UI, Muhammad Anis, mengungkapkan bahwa peraihan ini sangat membanggakan lembaga yang dinaungi pemerintah tersebut. "Tetap berkarya sebab sivitas akademika UI adalah pendukung dan penopang utama kemajuan UI sebagai institusi pendidikan unggulan di Indonesia," kata dia. Menurutnya, UI terus mendorong sivitas akademikanya untuk senantiasa produktif dalam berkarya, baik itu memberikan pengajaran maupun melakukan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat maupun terjun langsung melalui program Pengabdian Masyarakat. "Saya harap penghargaan ini dapat menjadi metode positif dan efektif untuk membangun semangat menghasilkan karya dan prestasi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi," ujar Anis.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR