ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Dua Lembaga Negara Persiapkan SDM Hadapi Revolusi Industri 4.0

14 Maret 2019
Dua Lembaga Negara Persiapkan SDM Hadapi  Revolusi Industri 4.0
Persiapkan SDM (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi mencapai 6%-7% pada 2030, jika pengembangan revolusi industri 4.0 dilakukan dengan tepat. Menanggapi perkembangan ini, dua lembaga pemerintah mendorong kaum muda untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan tersebut.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) misalnya, Mohammad Nasir selaku Menristekdikti meminta kampus di seluruh Indonesia untuk mengubah pola pikir dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dengan cara lebih terbuka terhadap ilmu pengetahuan baru.

"Selama ini perguruan tinggi asyik dengan dunianya sendiri dan menutup diri dengan ilmu pengetahuan yang baru," kata dia saat membuka Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) IX di Padang, Rabu (13/03).

Menurut dia hal itu terjadi terus menerus, jika ada ilmu pengetahuan baru yang muncul maka perguruan tinggi akan menutup diri karena menganggap ilmu yang mereka miliki telah cukup.

Sementara di luar sana, perguruan tinggi berlomba-lomba mencari ilmu yang baru dan kampus di sini hanya terpaku pada ilmu pengetahuan yang lama. "Ini yang perlu diubah, kampus harus lebih terbuka dengan cara memiliki pola pikir yang terbuka, hati yang terbuka dan terus mengembangkan ilmu pengetahuan," katanya.

Ia juga menerangkan revolusi indiustri 4.0 juga mengubah sistem pembelajaran yang ada saat ini dengan memanfaatkan teknologi yang ada saat ini. "Kalau tidak melakukan itu kita akan tertinggal dari negara lain dan yang paling dibutuhkan adalah kreatifitas," katanya.

Secara terpisah, dari sisi penciptaan lapangan kerja, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melihat akan ada tambahan 10 juta lapangan pekerjaan dibandingkan baseline hingga 2020. "Jika baseline-nya 20 juta penciptaan lapangan kerja dalam periode tertentu, maka dengan industri 4.0 akan naik menjadi 30 juta," ungkap Menteri Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro.
 
Dia menegaskan industri 4.0 tidak akan menimbulkan pengangguran karena adanya sistem otomasi jika pengembangannya dilakukan dengan benar. 
Bambang menerangkan penciptaan lapangan pekerjaan akan selalu ada selama ada pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Dari pencipataan lapangan pekerjaan, dia yakin akan ada efek pengganda yang bergulir.

Karenanya dibutuhkan  peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). SDM adalah hal yang penting untuk mencapai kesuksesan pelaksanaan Making Indonesia 4.0. Kurikulum pendidikan yang tepat untuk mengantisipasi hal ini adalah dengan lebih menekankan pada Science, Technology, Engineering, the Arts, dan Mathematics (STEAM), serta meningkatkan kualitas sekolah kejuruan.

Di sisi lain, industri 4.0 akan mendorong pertumbuhan industri manufaktur di atas 20% terhadap PDB pada 2030. Namun, Bambang menegaskan semua ini dapat dicapai jika pengembangan industri 4.0 dilakukan dengan baik. 


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR