ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Kurikulum Kebencanaan Diharapkan Masuk dalam Materi Debat Cawapres

15 Maret 2019
Kurikulum Kebencanaan Diharapkan Masuk dalam Materi Debat Cawapres
Salah satu materi penanganan kebencanaan di sekolah (Net)

PURWOKERTO, SCHOLAE.CO - Jelang debat tanggal 17 Maret mendatang, beragam pendapat memberikan usulan sebagai topik pembahasan, utamanya dibidang pendidikan. Hal ini lantaran isi debat nanti akan menyoal masalah-masalah sosial, budaya, dan kemasyarakatan. Salah satu tema yang diharapkan dapat masuk dalam ranah kajian adalah pentingnya kurikulum kebencanaan sebagai salah satu strategi mitigasi bencana. "Kurikulum kebencanaan perlu dimasukkan ke kurikulum sekolah dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi," kata Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman, Indra Permanajati, di Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (14/03) dilansir Antara.

Indra yang merupakan dosen mitigasi bencana geologi, jurusan teknik geologi Universitas Jenderal Soedirman itu mengatakan hal tersebut diperlukan mengingat wilayah Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung api, tanah longsor dan lain sebagainya.

"Seperti di negara-negara maju misalnya Jepang, masyarakatnya sudah dididik mengenai bencana alam dan cara menanggulanginya serta cara mengamankan diri dari bencana sejak dini, sehingga ketika bencana terjadi mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan," katanya. Hal itu, kata dia, sangat penting sebagai salah satu langkah untuk meminimalkan risiko bencana alam.

"Dapat kita bayangkan kalau masyarakat tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, pasti korban jiwa akan semakin banyak. Sehingga salah satu strategi dalam pengurangan dampak bencana adalah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memahami bencana dan cara menanggulanginya, dan itu harus dilaksanakan sejak dini," katanya.

Langkah nyata yang bisa dilaksanakan, kata dia, adalah membuat kurikulum kebencanaan untuk pendidikan dasar, menengah dan tinggi. "Universitas bisa berperan dengan memberikan materi kepada para guru di seluruh wilayahnya baik di pendidikan dasar dan juga menengah. Hasil yang akan diperoleh akan menjadikan masyarakat memahami bencana dan mempunyai kemampuan untuk menanggulangi dan mampu mengamankan diri dari bencana yang mungkin terjadi," katanya. Untuk itu, kata dia, para calon wakil presiden perlu menunjukkan komitmen terkait hal tersebut saat debat berlangsung.

Sementara itu, debat calon wakil presiden akan digelar pada 17 Maret 2019 mendatang dengan tema "Pendidikan, Ketenagakerjaan, Kesehatan, Sosial dan Budaya". Pemilihan Presiden 2019 diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR