ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Program Vokasi Industri Tahap 10 Diluncurkan Kemenperin

18 Maret 2019
Program Vokasi Industri Tahap 10 Diluncurkan Kemenperin
Menperin Airlangga Hartarto (Net)

SUKABUMI, SCHOLAE.CO - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan Program Vokasi Industri yang terhubung dan sesuai atau link and match antara industri dan SMK tahap sepuluh di Jawa Barat. “Kali ini, dilakukan penandatanganan 646 perjanjian kerja sama, antara 133 industri dan 440 SMK,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto pada menjelang peresmian program di PT Anugerah Indofood Barokah Makmur, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (18/03).

Ia menyampaikan program ini telah diselenggarakan dua kali di Jawa Barat, karena merupakan wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor industri manufaktur.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 28 perusahaan memberikan bantuan mesin dan peralatan kepada 208 SMK untuk keperluan praktikum. Salah satunya yakni dari PT Schneider Electric Indonesia yang memberikan bantuan senilai 300.000 euro untuk pengembangan center of excellence bidang ketenagalistrikan untuk 10 SMK, di antaranya di wilayah Cimahi (Jawa Barat) dan Jayapura (Papua).

Selain itu Airlangga Hartarto juga membuka pendidikan dan pelatihan (diklat) sistem 3 in 1 yang akan diikuti oleh 260 orang peserta dan terdiri atas diklat animasi, diklat alas kaki, diklat garmen dan diklat bagi penyandang disabilitas.

Ia menambahkan pelaksanaan pendidikan vokasi yang link and match antara industri dan SMK ini merupakan salah satu program yang diwujudkan secara konkret oleh Kementerian Perindutrian dalam upaya menyediakan satu juta tenaga kerja tersertifikasi sampai 2019.

Adapun program lainnya yang dilakukan guna mencapai target tersebut yakni melalui pendidikan vokasi berbasis kompetensi dengan konsep dual system di seluruh unit pendidikan milik Kementerian Perindustrian, memfasilitasi pembangunan politeknik di kawasan industri, serta pelatihan industri berbasis kompetensi dengan sistem 3 in 1 atau pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja.

Airlangga Hartarto meyakini ketersediaan SDM kompeten akan mendongkrak daya saing industri nasional, terlebih bagi mereka yang memahami dan menguasai teknologi digital sesuai kebutuhan di era industri 4.0 saat ini. “Sehingga dapat memacu sektor industri kita agar lebih kompetitif di kancah global. Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0,” ujar Airlangga.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR