ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Mendikbud Tegaskan, Rotasi Jabatan Lembaga Pendidikan Tidak Dipengaruhi Politik

28 Maret 2019
Mendikbud Tegaskan, Rotasi Jabatan Lembaga Pendidikan Tidak Dipengaruhi Politik
Mendikbud, Muhadjir Effendy (Net)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Beberapa provinsi masih ditemukan kebijakan pendidikan yang masih bersinggungan dengan kepentingan politik. Misalnya kewenangan pemerintah daerah dalam memutuskan penugasan bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah.

Menanggapi gejala ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan agar pemda di tingkat provinsi dan jajarannya,  tidak merotasi kepala sekolah dan pengawas sekolah hanya karena kepentingan politik. Pengangkatan maupun rotasi kepsek dan pengawas sekolah harus dilakukan sesuai kompetensi. "Jabatan kepsek dan pengawas sekolah itu sangat strategis. Itu sebabnya pengangkatannya juga harus dilakukan secara selektif," kata Menteri Muhadjir, di Jakarta kemarin.

Menteri Muhadjir mengatakan, saat ini Kemendikbud sedang melakukan proses perubahan peran dan fungsi dari pengawas sekolah dan kepala sekolah. Ke depan jabatan kepala sekolah dan pengawas sekolah merupakan pola karier.

"Guru bila bagus bisa jadi kepala sekolah, kepala sekolah bila bagus bisa jadi pengawas. Bila bagus kinerjanya, kepala sekolah maupun pengawas sekolah bisa menjabat lebih dari dua periode. Dengan catatan harus pindah ke sekolah lainnya," ujarnya.

Apabila ada kepala sekolah yang kinerjanya kurang baik, dia berharap, supaya jangan dirotasi ke sekolah yang masih membutuhkan perhatian lebih. Sebab hal ini malah akan memperlambat kemajuan dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

Pentingnya peran kepala sekolah dan pengawas sekolah, membuat Muhadjir yakin bahwa reformasi di sekolah tidak akan terjadi jika kepala sekolah dan pengawas sekolah belum dibenahi.

Untuk itu pemda dituntut berani menciptakan pemerintahan yang bersih, termasuk dalam pengangkatan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang harus berdasarkan kompetensi. Bukan karena dipengaruhi kepentingan politik.

"Asumsi saya, sekolah itu tergantung pemimpinnya. Bila pemimpinnya kuat, visioner, memiliki tanggung jawab yang besar, dan betul-betul berkorban untuk (sekolah) yang dia pimpin, Insyaallah sekolah itu akan maju," tegasnya.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR