ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Ayo Ikutan Kuliah Big Data dari Kemenristekdikti Lewat Program PJJ

12 April 2019
Ayo Ikutan Kuliah Big Data dari Kemenristekdikti Lewat Program PJJ
Kuliah Big Data Lewat Program PJJ (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Keseriusan Pemerintah mempersiapkan SDM di bidang tehnologi, makin diperkuat dengan bakal diluncurkan mata kuliah big data pada September mendatang. Inisiasi dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini, akan diformat dalam bentuk pendidikan jarak jauh (PJJ) di bawah kendali langsung Kemenristekdikti. Nantinya program ini  akan melibatkan dosen-dosen pilihan dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang terakreditasi A.

Pertemuan pertama dimulai dengan Menristekdi, kemudian dosen dari ITB atau Universitas Atmajaya atau lainnya. Dimana setiap dosen bisa memiliki ratusan ribu mahasiswa se-Indonesia. Adapun pertemuan akan dilakukan 16 kali tatap muka.Selain Big Data, ada tiga mata kuliah lainnya yang juga diberikan salah satunya Coding.

Untuk tahap awal, lanjutnya, target mahasiswa yang akan direkrut adalah 100 ribu orang. Pendaftaran lewat sistem online. Sedangkan metode pembelajaran menggunakan live streaming dan akan disebar lewat YouTube. "Bagi mahasiswa yang mengikuti kuliah daring selama 16 kali akan mendapatkan nilai SKS ditambah sertifikat. Ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan APK (angka partisipasi kasar) juga," ucap Direktur Pembelajaran pada Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Paristiyanti Nurwardani, di Jakarta, kemarin.

Ditambahkan pula oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ismunandar, saat ini APK Indonesia baru di angka 35 persen. Dalam lima tahun ke depan, Kemenristekdikti menargetkan APK menjadi 50 persen.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggenjot pendidikan daring. Di Korea, sudah melakukannya dengan perbandingan dosen dan mahasiswa, 1:200. Indonesia bisa melakukannya dengan memperbaiki infrastruktur serta meningkatkan kemampuan dosennya.

"Jangan dikira PJJ itu gampang. Pendidikan daring itu lebih sulit daripada konvensional. Karena satu dosen harus aktif melayani ratusan mahasiswanya lewat grup WhatsApp dan lainnya. Tinggal kemauan kita sekarang mau tidak menjalankan PJJ baik blanded learning atau full online," tandasnya.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR