ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

BPK PENABUR Jakarta Membangun Karakter Anak dengan Metode BEST

13 April 2019
BPK PENABUR Jakarta Membangun Karakter Anak dengan Metode BEST
Permainan titian, jembatan goyang ajarkan keberanian dan kemampuan fisik anak (Istimewa)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Sebagai lembaga pendidikan yang memiliki perhatian pada pengembangan kemampuan siswa baik dari segi keilmuan dan kepribadian, BPK PENABUR Jakarta kembali mengadakan kegiatan yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa. Berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Jumat (12/4/2019) lalu,  SDK PENABUR Jakarta melakukan Jambore Pramuka Penggalang.

Kepada scholae.co, Lidya Ida Fatonah selaku Kepala Seksi Kegiatan Kesiswaan dan Ketua Pelaksana kegiatan, mengatakan lewat rangkaian kegiatan yang dilakukan, siswa memiliki karakter BEST, atau Be Tough, Excel Worldwide, Share Society, Trust in God. Sehingga BPK PENABUR serius mengelola ekstrakuler ini, sehingga anak memiliki karakter yang diharapkan berdasarkan konsep BEST.

Lidya menjelaskan, dalam kegiatan, karakter Be Tough misalnya dikembangkan melalui permainan titian, jembatan goyang atau gantung dan spider web yang membentuk keberanian dan kemampuan fisik siswa. "Tidak banyak anak-anak  PENABUR yang bisa menyeimbangkan diri tetapi di kegiatan ini anak-anak dilatih memiliki karakter sepeti itu dalam bentuk permainan," ungkap Lidya. Selain itu, pembentukan karakter Share Society, dengan memanfaatkan ekosistem dan alam sebagai 'sumber ilmu'. Anak-anak pun belajar peduli pada lingkungan sosial disekitarnya. Nilai lainnya adalah  Trust in God yang mengajarkan anak-anak untuk bersyukur dan menaruh kasih pada sesama.

Lydia menerangkan, ada 150 kakak pembina yang dikerahkan untuk membantu anak-anak membentuk kepribadian dan kecakapan hidup mereka. Salah satu kegiatan pramuka yang bisa dijadikan proses pembentukan karakter adalah uji Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang wajib dimiliki oleh setiap siswa. Di dalam uji SKU ini ada berbagai macam kegiatan yang diikuti anak-anak. Keterampilan dalam kepramukaan yaitu kegiatan Semaphore, yang biasa diterapkan sebagai salah satu keahlian yang harus dimiliki untuk bisa naik tingkat dari level siaga menjadi penggalang.

Semaphore merupakan teknik untuk menyampaikan pesan dengan menggunakan bendera. Kegiatan ini mengajarkan anak-anak pada saat ponsel mereka tidak ada signal dan dalam keadaan SOS mereka bisa menggunakan Semarphore. Keterampilan lain untuk uji SKU adalah menggunakan kompas. Anak-anak dilatih membidik sasaran yang telah ditentukan dengan menggunakan kompas. Kompas merupakan kegiatan yang menyenangkan, melatih ketelitian, kerjasama dan pengenalan lokasi di alam bebas. Anak-anak diajarkan ketika sedang berpetualang dan tersesat mereka bisa menggunakan kompas.

Tidak hanya keterampilan, kepedulian dan kecintaan terhadap budaya juga dipraktekan dalam kegiatan seni. Anak-anak mempraktekan tarian Ondel-Ondel, Manuk Dadali dan lagu-lagu nasional. Dan yang terakhir adalah kegiatan Pioneering. Salah satu teknik pramuka membuat tiang bendera secara berkelompok. Ada 274 tiang bendera yang akan dibuat oleh masing-masing regu .  Diharapkan dengan kegiatan ini  anak-anak menjadi generasi yang BEST, menerapkan Dasa Darma pramuka dan belajar untuk mandiri, taat, dan setia.

Lydia mengatakan anak-anak sangat senang dan bersemangat mengikuti kegiatan yang kedua kalinya ini. Karena mereka merasa kesempatan ini merupakan waktunya bermain bersama teman-teman di alam terbuka yang biasanya setiap hari dengan aktivitas belajar di kelas.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Elisa Sylfa Obaja Simatupang, yang dipilih menjdi pemimpin upacara pembukaan. Elisa mengatakan, sangat senang walaupun sedikit lelah karena harus berlatih selama satu setengah jam menjadi pemimpin upacara . Elisa dipilih secara acak oleh kakak pembina untuk menjadi pemimpin upacara. Anak pertama dari dua bersaudara ini mengatakan bahwa kegiatan pramuka merupakan kegiatan yang menyenangkan karena banyak permainan dan bisa bermain bersama teman-temannya. Elisa pun mengakui dengan mengikuti kegiatan pramuka dia menjadi lebih mandiri, disiplin, dan setia.  

Reporter: Theresia Masang




Editor: Maria L Martens
KOMENTAR