ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Diperlukan Perubahan PBM yang Masif, Tanggapi Revolusi Industri

21 April 2019
Diperlukan Perubahan PBM yang Masif, Tanggapi Revolusi Industri
PBM berbasis tehnologi komputerisasi (Net)

JAWA TIMUR, SCHOLAE.CO - Revolusi Industri 4.0 mempengaruhi segala bidang, termasuk pendidikan. Era ini ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dengan karakter Informasi berjalan cepat-aktual, bersifat global, serentak, dan interaktif. Maka diperlukan perubahan Proses Belajar Mengajar (PBM) yang masif, untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Beberapa prediksi analis bahkan menyebut bahwa, di tahun 2025 sebanyak 35 persen pekerjaan akan tergantikan oleh teknologi. Hal ini pun diungkapkan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Supriano  yang menyampaikan pandangannya terkait era Revolusi Industri 4.0. Di tahun-tahun mendatang, bisa dunia pengajaran juga bersaing dengan kecanggihan tehnologi ini.

Namun tidak dengan guru. Peran guru sebagai pendidik tidak bisa digantikan oleh teknologi.“Guru ini masih memiliki kekuatan. Apapun perubahannya, guru ada di garis depan,” tutur Supriano, saat membuka Semarak Hardiknas Provinsi Jawa Timur, kemarin.

Ia menambahkan, seorang role model dari pendidikan karakter, pendidikan moral, dan kerja sama harus keluar dari seorang guru. “Dan ini yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Artinya leadership dan pendidik tidak bisa digantikan oleh teknologi,” jelasnya.

Selain pendidik, tugas lain dari guru yang tidak dapat tergantikan adalah sebagai fasilitator, katalisator, dan motivator bagi anak didiknya. Meskipun begitu, dalam memasuki era Revolusi Industri 4.0, kompentensi guru juga perlu disesuaikan. Hal ini merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan.  “Kita menghadapi revolusi industri yang ke-4. Sebelum ini sampai ke siswa, tentunya harus meningkatkan kompetensi guru,” katanya.

Menurut Supriano, ke depan proses pelatihan tak lagi terpusat, tetapi menggunakan sistem zona dengan melibatkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Dengan demikian akan terjalin komunikasi antar guru dengan variasi kondisi atau permasalahan yang berbeda-beda di masing-masing sekolah. Sehingga diharapkan ada perubahan yang massif tentang bagaimana proses pembelajaran dalam era Revolusi Industri 4.0.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR