ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Universitas Brawijaya Ciptakan Aplikasi Pembelajaran bagi PAUD

23 April 2019
Universitas Brawijaya Ciptakan Aplikasi Pembelajaran bagi PAUD
Aplikasi pembelajaran bagi PAUD (Net)
MALANG, SCHOLAE.CO  - Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB), Aulia Akhrian Syahidi menciptakan sebuah aplikasi yang membantu proses pembelajaran bagi anak-anak, khususnya untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), yakni Augmented Reality (AR)-Child.

Hasil temuan tersebut mengantarkan Aulia Akhrian Syahidi meraih Best Paper Award pada The 5th IEEE International Conference on Computing, Engineering, and Design (ICCED) 2019 di Nanyang Executive Centre, Nanyang Technological University (NTU), Jurong, Singapura yang berlangsung pada 11-13 April 2019.

"Aplikasi ini telah diujicobakan kepada 30 anak prasekolah dan mendapat respon positif. Kami menggunakan metode 'fun testing' sebagai sarana untuk menilai unsur kesenangan dan juga mengetahui efek terhadap hasil belajar pengguna," kata Aulia.

Aulia mengatakan aplikasi AR-Child direkomendasikan penggunaannya untuk anak-anak prasekolah (PAUD) maupun TK sebagai salah satu media pembelajaran terkini dengan memanfaatkan teknologi AR untuk materi pengenalan hewan dan buah-buahan disertasi dengan tampilan nama dan pengucapannya.

Ia menerangkan teknologi ini menggunakan metode pelacakan objek, yakni marker based tracking yang memerlukan marker berupa cetakan huruf-huruf abjad pada sebuah kertas.

Dalam jurnal hasil penelitiannya tersebut juga dilakukan analisis dan evaluasi aplikasi dengan menggunakan variation testing, yaitu pemeriksaan pada unsur pencahayaan, jarak, sudut, ukuran huruf, latar belakang dari warna marker dan waktu respon kemunculan objek dengan menguji coba berbagai macam spesifikasi smartphone.

Selanjutnya, untuk mengetahui efek penggunaan aplikasi AR-Child ini, Aulia menggunakan metode fun testing sebagai sarana untuk menilai unsur kesenangan dan juga mengetahui efek terhadap hasil belajar pengguna.

"Kami akan melakukan pengembangan AR-Child, sehingga tidak hanya mampu mengenalkan materi tentang hewan serta buah-buahan saja, namun juga untuk materi yang lainnya. Selain itu, diharapkan ke depannya AR-Child dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas," paparnya.

Sebelumnya, Aulia juga meraih Best Paper Award pada The 5th IEEE ICETAS 2018 di Asian Institute of Technology (AIT), Thailand.

Best Paper Award secara langsung diserahkan oleh Ir. Media Anugerah Ayu, M.Sc., Ph.D. selaku koordinator program, didampingi oleh Ketua Umum program, Prof Dr Teddy Mantoro, M.Sc. dan Prof Dr Koesmawan, M.Sc., MBA.

Keberangkatan dan keikutsertaan Aulia untuk mengikuti konferensi ini tidak terlepas dari dukungan Dekan Filkom UB Wayan Firdaus Mahmudy, S.Si., M.T., Ph.D. yang mengizinkan dan menaruh harapan agar pada kesempatan kedua Aulia dapat kembali mengukir prestasi.

The 5th IEEE ICCED 2019 ini mengangkat tema "Collaborative Innovation in The Disruptive Technology Era" yang sudah terindeks oleh IEEE dan Scopus. Konferensi ini berlangsung sejak tahun 2015. Track utama dari konferensi ini adalah computing, engineering, dan design.

Dari 250 paper yang telah disubmit, hanya 75 paper yang berhasil lolos dan dipresentasikan. 75 paper tersebut diseleksi dan dipilih 5 best paper dan 2 best poster untuk mendapat penghargaan.

The 5th IEEE ICCED 2019 dilaksanakan oleh Nusa Putra University, Indonesia yang bekerja sama dengan IEEE Computer Society; Taylor’s University, Malaysia; MingDao University Changhoa, Taiwan dan beberapa perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

Aulia, pada konferensi ini mempresentasikan hasil penelitiannya dengan judul "AR-Child: Analysis, Evaluation, and Effect of Using Augmented Reality as a Learning Media for Preschool Children".

Penelitian dan penulisan paper ini dibimbing oleh dua dosen Filkom Dr. Eng. Herman Tolle, Ahmad Afif Supianto, serta satu professor dari Saga University, Jepang, Prof Kohei Arai.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR