ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Ibu Kota Baru NKRI: Jakarta Lebih 'Ringan', Jawasentris, dan Kalimantan

13 Mei 2019
Ibu Kota Baru NKRI: Jakarta Lebih 'Ringan', Jawasentris, dan Kalimantan
Juliana Achtzehna Consida da Cunha, Mahasiswi Universitas Trisakti, Fakultas Ekonomi & Bisnis, Jurusan Akuntansi. (Istimewa)
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa pemerintah serius dalam masalah pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia (RI). Masalah ini, menurut Presiden, telah dibahas di internal pemerintah sejak 3 (tiga) tahun yang lalu.

Presiden yang dalam kesempatan itu didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan, bahwa Pulau Jawa ini sudah dihuni oleh 57 persen dari total penduduk Indonesia atau kurang lebih 149 juta orang.

Padahal di pulau-pulau yang lain, misalnya di Sumatra, lanjut Presiden, dihuni 21 persen, kemudian di Pulau Kalimantan baru dihuni oleh 6 persen dan pulau-pulau yang lain misalnya di Sulawesi baru 7 persen, Papua dan Maluku kurang lebih baru 2-3 persen.

Presiden menekankan, bahwa dari sisi lingkungan terutama yang berkaitan dengan kebencanaan, memang Jakarta berada di dalam ring of fire dan juga banjir yang kita sudah berusaha penuh untuk menyelesaikan ini. Dan yang kedua, juga dari sisi tersedianya air bersih. “Saya kira ke depan ini akan menjadi sebuah persoalan besar apa bila kita tidak segera memikirkan langkah-langkah dalam hal penyediaan air ini,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi menegaskan, bahwa pemindahan ibu kota ini akan segera diputuskan. Namun demikian, Presiden berjanji akan mengkonsultasikan tahapan-tahapan besar (pemindahan ibu kota) itu dengan lembaga-lembaga terkait.

Terkait rencana Pemerintah tersebut redaksi scholae.co menghimpun pendapat dari berbagai kalangan mahasiswa maupun tanggapan mahasiswa di Instagram Arah Mahasiswa terkait hal tersebut. Berikut nukilannya:

Juliana Achtzehna Consida da Cunha, Mahasiswi Universitas Trisakti,  Fakultas Ekonomi & Bisnis, Jurusan Akuntansi

Palangkaraya, Cocok Sebagai Ibu Kota NKRI
"Saya setuju dengan kebijakan pemerintah mengenai pemindahan ibukota yang memberikan kesempatan kepada daerah luar jawa agar dapat berkembang lebih cepat. Ini merupakan kesetaraan daerah antara pulau jawa dan luar jawa. Apalagi pemilihan ibukota itu seperti di Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang kita tahu secara geografis sangat strategis berada di tengah Indonesia. Selain itu,  Kalimantan begitu kaya akan sumber daya alam, jika langsung dikelola Pemerintah Pusat maka lebih terkelola secara baik dan aman. Tentunya tidak ada lagi perusakkan alam yang ilegal oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Lalu apa harapannya? Semoga dapat terealisasikan karena pemerataan penduduk sangat perlu dilakukan mengingat negara kita merupakan negara kepulauan. Dan, ibu kota DKI Jakarta cukup sebagai kota bisnis yang menggerakkan perekonomian dan bisnis.

Hermina Wulohering, Jurnalis Majalah HIDUP

Tidak Lagi 'Jawasentris', Jakarta Akan Lebih 'Ringan'

Karena Jakarta sudah terlalu padat. Manusia sudah terlalu banyak, kendaraan juga banyak, sampai-sampai ruas jalan tidak seimbang dengan jumlah kendaraan. Sebuah penelitian menyebut di tahun 2030 lebih dari 50% penduduk Indonesia tinggal di kota, apalagi di pusat ibu kota Jakarta. Maka, dengan dipindahkan ibukota, Jakarta akan lebih "ringan"

Lalu kalau ibukota pindah, maka pembangunan akan menyebar, tidak lagi Jawasentris. Indonesia Timur akan lebih mudah terkoneksi dengan ibukota kalo pindah di Kalimantan.
Di banyak negara, ibukota negara dan kota bisnis dipisahkan. Misalnya di AS, ibukotanya Washington DC tapi kota bisnisnya New York. Di Tiongkok, Beijing & Shanghai. Brazil,  Brazilia & Rio de Jeneiro. Jadi ibukota negara itu memang fokus untuk urusan negara. Nantinya Jakarta benar-benar jadi kota bisnis dan persebaran uang juga tida hanya berputar di sini

Vinsensia Palle, Mahasiswi  Fakultas Ekonomi dan Bisnis  UPN 'Veteran' Jakarta, Semester 2

Terjadi Pemerataan di Luar Pulau Jawa

Setiap kebijakan yang diambil Pemerintah pasti sudah memikirkan berbagai aspek yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Dengan pemindahan ibu kota NKRI ini  bisa membantu Jakarta yang sekarang sudah semakin padat dan mempermudah pengembangan daerah lain di luar Jawa sehingga terjadi pemerataan di daerah luar Jawa.

Harapan saya: Semoga dengan pemindahan ibu kota ini dapat memberikan kesempatan bagi daerah di luar Jawa untuk mampu berkembang dan mengalami kemajuan yang sama dengan Jakarta. 

Eksistensi Jakarta akan tetap karena keuntungan ketika menjadi ibu kota Negara yaitu segala fasilitas dari berbagai aspek telah terpenuhi dan mempermudah proses kegiatan apalagi dari sektor ekonomi. Ya, bisa dikatakan fasilitas di Jakarta lebih maju dan lebih berkembang dari daerah lain sehingga untuk dijadikan pusat bisnis juga sangat bagus dan menjanjikan.






Editor: Farida Denura
KOMENTAR