ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Google Maps Mulai Dimanfaatkan Pihak Sekolah

14 Mei 2019
Google Maps Mulai Dimanfaatkan Pihak Sekolah
Google Maps (Net)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Jelang PPDB (penerimaan peserta didik baru) 2019 yang akan dibuka 14-29 Juni mendatang, berbagai persiapan digelar pihak sekolah, salah satunya SMPN 56 Batam yang berlokasi di Tiban Lama, Sekupang. Tahun ini menjadi tahun pertama sekolah menggelar PPDB di gedung sendiri setelah menumpang selama tiga tahun.

Kepala SMPN 56 Batam, Nurhayati mengatakan pihaknya akan melayani empat kelurahan yang ada di Kecamatan Sekupang dan satu lagi kelurahan Tanjunguma.  "Sudah kami sampaikan keadaan ini. Kondisi sekolah tidak akan sanggup menampung seluruh lulusan," sebutnya.

Meskipun ada dua pilihan sekolah, ia meminta kepada orangtua yang benar-benar berdomisili di Tiban Lama untuk bisa menjadikan SMPN 56 sebagai pilihan pertama. Hal ini agar semua yang diterima merupakan zonasi terdekat dengan sekolah. 

"Kemarin mereka tanya juga bagaimana sistem nilai. Saya sampaikan PPDB tidak melihat nilai. Kami hanya memperhatikan jarak sekolah saja. Nanti kami akan pakai google maps untuk mengukur jarak rumah siswa ke sekolah," terangnya.

Ini merupakan salah satu upaya agar siswa terdekat sekolah bisa terakomodir. Jangan sampai nanti saat pelaksanaan banyak orangtua yang tidak terima padahal rumahnya berada di zonasi terdekat dengan sekolah.

Nurhayati menyebutkan PPDB akan dibuka pukul 08.00-12.00 WIB. Orangtua bisa mendatangi langsung sekolah dan membawa persyaratan. Pendaftaran akan dibantu oleh operator PPDB yang sudah mengikuti pelatihan sebelumnya. "Mudah-mudahan tidak ada kendala dan bisa berjalan dengan baik," harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdik Batam, Andi Agung mengatakan untuk wilayah Sekupang sekolah sudah terpenuhi. Dengan adanya dia bangunan sekolah baru orangtua jadi lebih mudah mendaftarkan anaknya.

Ia menyebutkan tahun ini jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) mencapai 27 ribu anak, tamat SD sebanyak 23.439 anak dan tamat SMP mencapai 16.091 anak.

Selisih ini diharapkan bisa melanjutkan ke sekolah swasta. Selain itu penerapan dua sif masih dijalankan tahun ini. "Nanti pasti ada solusinya. Kalau semua ke negeri memang tidak tertampung," sebutnya.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR