ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Mercu Buana Punya Opsi Selain Skripsi

23 Mei 2019
Mercu Buana Punya Opsi Selain Skripsi
Kampus Mercu Buana (Net)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Sedari awal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) berencana menelurkan kebijakan baru. Yakni tidak mewajibkan penulisan skripsi sebagai syarat kelulusan program sarjana (S1). Motivasinya untuk menekan potensi kecurangan penyusunan tugas akhir itu. Jika dahulu penulisan skripsi menjadi satu-satunya syarat kelulusan mahasiswa, kini kampus punya banyak opsi.

Beberapa kampus, telah melakukan upaya awal, menanggapi kebijakan ini. Universitas Mercu Buana Jakarta, misalnya. Kampus ini memiliki lima skema tugas akhir sebagai syarat menyelesaikan studi, yaitu Tugas Akhir Karya Ilmiah (Skripsi), Tugas Akhir Aplikatif, Tugas Akhir Prestasi, Tugas Akhir Jurnal/Publikasi, dan Tugas Akhir Peduli Negeri (TAPN).

Menurut Ketua Bidang Studi Public Relations (PR) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Elly Yuliawati, penerapan lima skema syarat kelulusan itu dilakukan demi pengembangan potensi mahasiswanya, sebab setiap mahasiswa memiliki kompetensi berbeda dan tidak bisa diseragamkan.

Elly menjelaskan, dari lima skema tugas akhir yang jadi syarat kelulusan itu, salah satunya adalah kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, yakni TAPN. Kegiatan ini yang sekarang dibutuhkan masyarakat karena di dalamnya ada transfer ilmu dan informasi dari mahasiswa serta aspek pengabdian kepada masyarakat.

Untuk tahun ini, pelaksanaan TAPN bertema “Gerakan Perilaku Pola Hidup Bersih dan Sehat” digelar mahasiswa PR Universitas Mercu Buana di SDN Margamulya, Mauk, Kabupaten Tangerang, Serang, beberapa waktu lalu. 

Kegiatan tersebut adalah “Sabtu Bersih dan Sehat ” yang digelar untuk memberikan edukasi dan menumbuhkan kesadaran siswa/i terkait pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan menjaga lingkungan yang dimulai dari lingkungan sekolah.  Pada kegiatan Sabtu Bersih dan Sehat, siswa/i mengikuti beberapa rangkaian acara, di antaranya senam bersama, kerja bakti, dan sarapan pagi bersama.

Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan peduli lingkungan, juga bukti bahwa mahasiswa Universitas Mercu Buana turut peduli akan lingkungan dan masyarakat. “Dari sisi akademis TAPN, kami ingin melihat bagaimana mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang dimilikinya. Jadi, kami bisa mengukur bahwa mahasiswa kami betul-betul bisa menjalankan fungsi sebagai public relations, dan merancang program untuk kebutuhan stakeholder-nya,” papar Elly.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR