ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Tradisi Sederhana Rayakan Lebaran

05 Juni 2019
Tradisi Sederhana Rayakan Lebaran
Rayakan Lebaran bersama keluarga (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Idulfitri merupakan hari yang indah, bertabur maaf, dan berhias silaturahim. Disamping bersuka cita dan bersyukur, umat Islam pun perlu merefleksi hasil puasanya selama bulan Ramadan, karena gemblengan selama sebulan berpuasa menjadi bekal untuk 11 bulan berikutnya. Umumnya masyarakat Indonesia mempersiapkan hal-hal ini untuk menyambut hari yang fitri. Yaitu, pakaian, sajian, pertemuan, dan sedekah. Berikut maknanya menurut Idris Apandi, Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat, Penulis Artikel dan Buku, Trainer Menulis, Pembicara Seminar-seminar Pendidikan.

Pakaian
Pakaian baru digunakan sebagai bentuk rasa syukur dan untuk menutupi aurat. Walau pada saat idulfitri hanya disarankan menggunakan pakaian terbaik dan tidak berarti harus baru, tetapi realitanya, pakaian terbaik identik dengan pakaian baru. Oleh karenanya, berlebaran tanpa pakaian baru ibarat sayur tanpa garam.

Hidangan
Makanan dan minuman yang lezat pada umumnya tersaji di rumah masing-masing sebagai pelengkap dan dinikmati bersama keluarga di hari raya. Hal itu juga sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki yang diberikan Allah. Prinsipnya, makanlah disaat lapar dan berhenti sebelum kenyang. Tidak perlu berlebihan.

Silaturahmi
Pasca bersantap besama keluarga, biasanya bersilaturahim ke tetangga, saudara dan ziarah ke makam keluarga. Disamping untuk saling memaafkan, juga untuk saling mendoakan bagi yang masih hidup dan mendoakan yang telah meninggal. Doa yang baik dihari yang baik, semoga diijabah oleh Allah Swt.

Berbagi
Idulfitri menjadi sarana berbagi rezeki dari yang mampu kepada yang kurang mampu. Bahkan ada tradisi memberi angpau kepada anak-anak. Setelah sungkem  biasanya diberi angpau oleh orang tua, kakek, atau saudaranya.



Editor: Maria L Martens
KOMENTAR