ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Mengajarkan Esensi Perayaan Idul Fitri kepada Anak

05 Juni 2019
Mengajarkan Esensi Perayaan Idul Fitri kepada Anak
Mengajarkan Esensi Idul Fitri (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Momen silaturahim di hari Raya Idul Fitri selain digunakan sebagai sarana untuk membangun komunikasi dalam keluarga dan masyarakat, juga sebagai sarana belajar anak untuk berkomunkasi dan bersosialisasi di masyarakat.

Momen Idul Fitri adalah kesempatan orangtua untuk memaknai esensi Idul Fitri yang sebenarnya, menjelaskan dan mengajarkan ke anak tentang silaturrahim. Mengajak anak silaturrahim ke kerabat dan tetangga.   

Di sekolah, anak tentu sudah mendapatkan materi sosial tentang keharusan hormat-menghormati antar sesama, berbagi dengan yang membutuhkan dan keharusan memiliki rasa empati. Saat Idul Fitri ini, kesempatan orangtua untuk  melakukan pembelajaran kontekstual tentang komunikasi dan bersosialisasi dengan praktik langsung di keluarga dan masyarakat melalui silaturrahim.

Sehingga sebelum dan saat  silaturrahim orangtua perlu mengkondisikan, agar silaturrahim bisa menjadi sarana belajar anak sesuai  harapan orangtua. Muammal Jasin, seorang penggiat pendidikan memberikan panduan ini yang menarik untuk disimak.

1. Menjelaskan tentang keutamaan Silaturrahim.

Sebelum silaturrahim orangtua perlu menyampaikan fadilah (keutamaan) silaturrahim  agar ananda termotivasi dalam menjalankan silaturrahim. Banyak ayat Al quran dan  hadits nabi yang menjelaskan keutamaan silaturrahim.

Perintah silaturahim diantaranya adalah firman Allah dalam surat An Nisa ayat pertama, yang artinya: Wahai manusia Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya: dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta. Dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah senantiasa menjaga dan mengawasi kamu." (QS An Nisa (4):1).

Keutamaan silaturahim juga dijelaskan dalam hadits Nabi yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim: Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rosulullah saw bersabda, artinya, " barang siapa yang ingin dimudahkan rizkinya dan ditunda ajalnya hendaklah ia silaturrahim."

Selain memotivasi untuk bersilaturrahim,  ayat Al quran dan hadist Nabi saw tersebut juga sebagai upaya untuk menjaga niat silaturahim yaitu untuk mendapatkan ridho Allah Swt. Ini penting untuk dilakukan agar niatan silaturahim untuk pamer harta ( baju baru) dan mendapatkan "salam tempel" bisa terkikis dalam diri anak.

2. Menguatkan semangat anak

Anak yang tidak bersemangat untuk diajak bersilaturrahim terkadang karena ia enggan untuk bersosialisai dengan orang lain/masyarakat.  Ani Christina,S.Psi mengatakan, anak-anak yang ragu dalam melakukan interaksi sosial, biasanya menyimpan beberapa ketidakpercayaan diri. Bisa jadi anak tidak percaya diri karena takut diolokin, takut digodain, takut tidak ditemani, takut ditolak dan berbagai keresahan lainnya. Sehingga ketika orangtua menjumpai anaknya mengalami hal demikian, orangtua perlu mengajaknya bicara tentang apa yang ia rasakan, kemudian memotivasinya.

3. Memberi kesempatan anak

Saat silaturrahim berilah anak kesempatan untuk berbicara atau  memberikan oleh-oleh  (parcel) lebarannya.  Kegiatan ini tidak hanya sekedar memberikan saja, tetapi ada banyak pelajarana untuk anak, yaitu pelajaran keberanian, percaya diri, sosialisasi dan semangat berbagi tentunya.

4. Menasehati anak untuk tidak berlebihan.

Orangtua harus mengingatkan ke anak untuk tidak berlebihan dalam bersilaturrahim. Yaitu tidak berlebih-lebihan dalam berdandan, berbicara, bergurau dan makan. Dan agar tujuan silaturrahim bisa mendapat ridho Allah  perlu menjaga etika dan adab silaturrahim. 

Dengan mengoptimalkan Idul Fitri sebagai  sarana belajar  anak,  kehadiran Idul Fitri akan lebih bermakna bagi anak. Idul Fitri tidak hanya sebagai ajang tahunan yang berlalu tak berbekas, kecuali hanya sebatas tradisi.   

Orangtua harus mengingatkan ke anak untuk tidak berlebihan dalam bersilaturrahim. Yaitu tidak berlebih-lebihan dalam berdandan, berbicara, bergurau dan makan. Dan agar tujuan silaturrahim bisa mendapat ridho Allah  perlu menjaga etika dan adab silaturrahim. 

Dengan mengoptimalkan Idul Fitri sebagai  sarana belajar  anak,  kehadiran Idul Fitri akan lebih bermakna bagi anak. Idul Fitri tidak hanya sebagai ajang tahunan yang berlalu tak berbekas, kecuali hanya sebatas tradisi.   


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR