ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Pekan Depan, Pengumuman SBMPTN 2019

01 Juli 2019
Pekan Depan, Pengumuman SBMPTN 2019
Pengumuman SBMPTN 2019 (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Pekan Depan Pemerintah akan mengumumkan hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2019, pada Selasa (09/07). Proses seleksi jalur ini pun telah ditutup. Diharapkan sistem skor serupa akan menjaring potensi terbaik para siswa. Peserta yang memilih kelompok saintek masih mendominasi SBMPTN 2019, yaitu 360.329 (50,42%), daripada  kelompok soshum.

Dalam menanggapi itu, pengamat pendidikan Ina Liem menilai SBMPTN tahun ini lebih baik daripada tahun lalu. Kampus negeri juga bisa menjaring mahasiswa terbaik dari nilai skor ujian tes berbasis komputer (UTBK).

Yang terpenting, imbuhnya, peserta memiliki waktu lebih banyak untuk menentukan jurusan yang diminati. “Siswa tes dulu baru daftar. Jadi, membidik jurusan juga lebih pas sesuai potensi terbaiknya yang tercermin dari hasil UTBK,” kata Ina, kemarin.

"Tercatat ada 714.652 peserta yang telah mendaftar," kata Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi. Menurut Ravik, program studi Sains dan Teknologi mendapatkan lebih banyak peminat dibanding program studi Sosial dan Humaniora. Meskipun, selisihnya tidak terlampau besar. "Peserta yang memilih Saintek sebanyak 360.329 peserta," kata bekas Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu.

Dari sisi prosentase, pemilih kelompok Saintek mencapai 50,42 persen. Sedangkan kelompok Sosial dan Humaniora diikuti oleh 345.896 peserta atau 48,40 peserta. Sisanya, 8.427 peserta memilih campuran atau Saintek dan Soshum sekaligus.

Sedangkan dari sisi status, 541.339 merupakan pendaftar program reguler. Sedangkan 173.313 pendaftar lainnya merupakan pengusul beasiswa Bidikmisi yang merupakan program bantuan beaya pendidikan untuk mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Di antara para peserta tersebut, 24.108 merupakan pelamar pada kelompok olahraga dan kesenian. "Mereka telah mengunggah portofolio sebagai pengganti ujian keterampilan," kata Ravik.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR