ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Margareta Raswati, Pengabdian Tulus Guru TK

09 Juli 2019
Margareta Raswati, Pengabdian Tulus Guru TK
Margareta Raswati (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Mengabdi sebagai seorang pendidik, memang telah diimpikannya sejak dulu. Maka ketika menimba pengetahuan di bangku sekolah, Margareta Raswati mantap mengambil pendidikan SPG Xaverius Jurusan Taman Kanak-kanak. Program ini berhasil ditamatkannya pada tahun 1990.

Setahun kemudian, pada 1991, Ibu Raswati--demikian ia biasa disapa--mulai terlibat mengajar di Sekolah Dasar Negeri 1 Purwodadi, yang terletak di lingkungan tempat tinggalnya. "Waktu itu saya diminta ayah untuk membantu mengajar di sana, dengan honor 20.000 ribu," katanya, mengenang. Meski dengan honor yang sangat minim, toh pengabdian itu dijalaninya dengan tulus.

Selang beberapa waktu, hatinya tergerak untuk berkiprah di dunia Taman Kanak-kanak. Dunia yang menjadi pilihannya saat mengenyam pendidikan dahulu. Ia pun terlibat pndirian TK di desa Dadirejo, Waringinsari Timur.  "Saya tertarik mengajar di PAUD, karena termotivasi di daerah saya di pedesaan jadi untuk TK itu belum ada. Sementara anaka-anak kecil usia dini sangat banyak," kisah Raswati.

Maka mulailah ia bersama empat orang rekannya, tiga orang wanita dan satu orang pria, sepakat mengabdi di bidang ini. Bahkan mereka sempat bermusyawarah untuk mendirikan TK Umum, yang dikhususkan bagi anak-anak usia dini.

Kala itu TK yang dikembangkan bersama tersebut, masih menumpang di SDN. "Kebetulan di situ ada satu lokasi yang masih kosong, lalu kami tempati," ungkapnya. Syukurlah, tidak memakan waktu lama, Raswati dan tim mampu menjaring 65 anak yang berasal dari berbagai golongan dan agama. Hingga kini ia masih terlibat sebagai pengajar di Taman Seminari St. Antonius yang terletak di Jalan Gereja nomor 12 Sukoharjo 3 Kecamatan Sukaharjo, Kecamatan Pringsewu, Lampung.

Sadar bahwa lembaga ini harus dijalankan secara profesional, Raswati dan tim pun berupaya mencari 'konsultan' yang paham tentang pendirian TK. Sekali lagi, rencana ini berjalan mulus, meski ia harus berkorban demi cita-cita mulia tersebut. "Puji Tuhan, Yayasan Pendidikan yang kami dirikan bersama itu, telah berkarya hingga sekarang," katanya dengan nada semangat.

Baginya, segala sesuatu bila dilakoni dengan kerelaan dan niat yang baik, pasti berjalan lancar, meski harus melewati beragam kendala.  "Saya mendidik dengan KASIH dan saya yakin dan percaya karena dengan KASIH itu yang Yesus ajarkan," katanya, sembari memberi penekanan pada ungkapan 'Kasih'.

Mampu mengemban amanat pengajaran dengan Yayasan yang telah berjalan sekian lama, pasti bukan tanpa alasan. Raswati pun menuturkan, bahwa motivasinya adalah kepeduliannya pada PAUD dan keprihatinannya pada situasi kala itu yang masih minim perhatian bagi anak-anak usia ini.

"Saya merasa sangat prihatin dengan anak-anak yang masih usia dini, sangat banyak, tetapi kurang bahkan tidak mendapatkan perhatian, tentunya di sekolah TK. Karena memang di desa saya waktu itu belum ada TK satupun, Jadi saya juga merasa terpanggil untuk memberikan sedikit yang saya punya kemampuan dan pikiran dalam mengajar anak-anak kecil. Bukan hanya mengajar, tapi membimbing dan mendidik dengan penuh kasih," paparnya, lagi.

Komitmen ini pun dibuktikan Raswati saban harinya. Demi menjangkau sekolah tempatnya mengabdi, ia harus menempuh jarak yang tidak pendek. Maklum, lokasi TK tersebut berbeda desa dengan tempat tinggalnya. "Jadi saya musti jalan kaki lebih kurang 5 km dari rumah. Teman mengejek katanya 'wajah keibuan, tetapi kaki kesebelasan' karena setiap pagi saya jalan kaki," katanya sembari terkekeh.

Namun candaan itu justru membesarkan niatnya menjadi pendidikan PAUD. Ia malah mengaku senang mengajar. "Saya bisa banyak teman, orangtua wali murid, bisa menyalurkan apa yang saya punya. Dulu  saya belum mengajar, saya serin pusing, darah tinggi bahkan karena memikirkan diri saya, yang tidak bisa memikirkan diri saya, yang tidak bisa menyalurkan apa yang ada dalam diri saya. Itu saya senang dan bisa bertemu dengan anak-anak kecil setiap hari," ungkap Raswati.

Di sisi kesenangannya, ada pula keprihatinannya menjalani profesi mulia ini.  "Jujur saya hanya dapat honor Rp 150.000 s.d. 350.000, tapi semoga yang sedikit jadi berkat dan diri saya bisa jadi berkat nantinya," katanya.

Ia pun membagi resep bila berkomitmen menjadi pengajar. khsususnya tingkat PAUD. "Menjadui pendidik itu harus bisa menjadi panutan, dan bisa mengayomi atau merangkul anak. Membuat anak-anak senang bermain, yang ceria, yang semangat. Serta luwes, supel, tidak membeda-bedakan anak," ungkap Raswati.  


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR