ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Menristekdikti Tanggapi Polemik Rektor Asing

01 Agustus 2019
Menristekdikti Tanggapi Polemik Rektor Asing
Menristekdikti, Mohamad Nasir (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Niat Menristekdikti Mohamad Nasir datangkan rektor asing, menimbulkan keriuhan. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah  pun, tidak sepakat dengan rencana menteri tersebut. Politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu justru mempertanyakan apakah Menristekdikti Nasir memiliki konsep atau tidak dalam membangun kampus kelas dunia di Indonesia.

Tanggapi hal tersebut, Nasir mengatakan bisa memahami sikap anggota dewan. "Kalau DPR menolak, biasalah karena kan belum paham. Nanti saya jelaskan detil biar tahu agar tercipta persaingan sehat antara akademisi lokal dan asing," kata Nasir.

Rencana ini lanjutnya, sudah tertahan tiga tahun. Saat ide pertama dikeluarkan pada 2016 banyak yang menentang. Namun, tahun ini dimunculkan kembali karena tidak ada perubahan rangking PTN di level internasional.

"Saya ditanya presiden, apa sudah siap jalan. Saya bilang siap Pak, kita jalankan saja tahun 2020. Dan presiden sangat setuju, makanya semua regulasi yang menghambat diubah dulu. Kalau banyak yang menentang enggak apa-apa, saya sudah biasa di-bully," tuturnya.

Walaupun membuka kesempatan seluas-luasnya, tetapi menurut Nasir, ada syarat khusus yang harus dipenuhi akademisi asing untuk memimpin perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya punya pengalaman memimpin perguruan tinggi di luar negeri dan sukses meningkatkan rangking.

"Saya akan salurkan rektor yang potensial mengangkat rangking PT di level internasional. Kalau sekarang kan masuk rangking 200 dunia saja sulit. Yang ada hanya UI, ITB, dan UGM bertahan di rangking 500an," ucapnya.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR