ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Kampanye Bijak, Peduli Sampah dan Tempat Bermain Anak

25 Agustus 2019
Kampanye Bijak, Peduli Sampah dan Tempat Bermain Anak
Kampanye Rinso bijak kelola sampah (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Dalam rangka mendukung kepedulian terhadap sampah dan menjaga alam sebagai tempat terbaik bermain anak Rinso meluncurkan kampanye “Yuk Mulai Bijak Plastik”, yang digelar di kawasan kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tujuan kampanye ini untuk mengajak masyarakat bersama-sama menjaga alam Indonesia agar tidak tercemar oleh sampah, khususnya sampah plastik. Dalam kampanye ini, Rinso berkolaborasi dengan World Clean-up Day (WCD) dan mengundang masyarakat Indonesia untuk melakukan aksi bersih-bersih yang akan serentak dilaksanakan di Indonesia, di 34 provinsi serta dilakukan serentak di 156 negara lainnya di dunia pada tanggal 21 September 2019 nanti, yang merupakan acara tahunan WCD.

Veronica Utami, Direktur Home Care Uniliver Indonesia dan Dirt is Good SEA-ANZ, mengatakan “Sebagai brand yang telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia selama puluhan tahun, Rinso memiliki purpose (tujuan miulia) untuk mendorong orang tua agar anak-anak mereka dapat bermain di luar ruangan tanpa takut kotor," ungkapnya.
Agustin Iskandar, Leader World Clean-up Day Idonesia, menyampaikan “Kami menyambut baik kolaborasi dengan Rinso untuk membuat dampak yang lebih besar terhadap perubahan. Tahun lalu kami berhasil memobilisasi 7,6 juta relawan dan membawa Indonesia menjadi negara pertama yang memimpin aksi Clean-up terbesar di dunia. Kami menargetkan 13 juta masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang untuk ikut berpatisipasi dalam aksi Clean-up tahun ini sebagai sebuah momentum persatuan dalam memerangi masalah sampah di Indonesia.”

Utami menambahkan, “Tahun ini, Rinso bergabung bersama WCD untuk menggerakan masyarakat melalui kanal komunikasi yang Rinso miliki serta membantu meningkatkan angka daur ulang sampah yang nantinya terkumpul dengan cara menyalurkan sampah-sampah tersebut ke bank sampah binaan Yayasan Unilever Indonesia (YUI)," katanya.
Hadir dalam konferensi pers yang diselenggarakan Rinso, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengatakan, “Tren sampah plastik terus meningkat setiap tahunnya. Di tahun 1995 komposisi sampah plastik baru pada angka 9%, 10 tahun kemudian naik 11%, KLHK memprediksi 10 tahun kemudian naik sebesar 16%, jadi kalau bisnis as usual saja yang terjadi  tanpa disertai perubahan perilaku dan kebijakan yang sangat signifikan masalah sampah plastik akan menjadi masalah yang luar biasa dan menakutkan.” 

Lebih lanjut Novrizal mengatakan masalah sampah sangat berkaitan dengan persoalan perilaku dan ketidakpedulian. “Hari ini Unilever melibatkan anak-anak artinya mulai membangun kultur dari peradaban. Karena bedasarkan laporan indeks Perilaku Ketidakpedulian Lingkungan dari (Badan Pusat Statistik) BPS tahun 2018. Dalam laporan tersebut ada empat item salah satunya berkaitan dengan pengelolaan sampah. Indeks yang ditetapkan BPS 0 sampai 1 dan indeks yang paling mrmprihatinkan ialah terkait sampah sebear 0,72 dengan indeks 0,72. Secara statistik diartikan yaitu sebanyak 72 persen orang Indonesia tidak peduli terhadap sampah," ungkap Novrizal.

Melalui kampanye ini, Rinso memperkenalkan empat anak Indonesia Bijak Plastik, mereka adalah Kirana dari Yogyakarta, Mutiara Alyzza Bilqis dari Surabaya, Kadek Roby dan I kadek Bayu Saputra dari Bali. Mereka adalah anak –anak inspiratif, yang telah secara aktif melakukan upaya nyata untuk menjaga alam tempat bermain mereka agar bisa terbebas dari sampah kemasan plastik. Kisah mereka menginspirasi Rinso untuk membawa purposenya selangkah lebih jauh, dari “Berani kotor itu Baik” menjadi “Berani kotor demi Kebaikan”. Artinya, anak-anak diajak untuk tidak takut menjadi kotor karena bermain di luar ruangan, sekaligus melakukan sesuatu yang baik untuk lingkungannya.

Melalui serangkaian pengembangan teknologi, Rinso telah berhasil mengurangi 209 ton plastik dalam seluruh kemasannya (13 % pengurangan penggunaan plastik dibandingkan dari 3 tahun sebelumnya-periode 2016-2018), serta mengimplementasikan 100% botol hasil daur ulang dan dapat didaur ulang/ Post Consumer Resin (PCR) di tahun ini. Untuk menghasiikan produk tanpa kemasan plastik, Rinso sedang memulai proyek percontohan toko isi ulang dengan salah satu mitranya yaitu Saruga, yang direncanakan akan mulai beroperasi pada bulan ini.

“Sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam mengurangi pemakaian plastik dan menggunakan plastik yang lebih ramah lingkungan, artinya dapat di daur ulang atau mengandung konten daur ulang , Rinso mulai memcantumkan logo Bijak Plastik pada kemasan-kemasan Rinso yang baru. Kami berharap langkah-langkah kecil yang kami lakukan ini bisa menginspirasi  lebih banyak masyarakat untuk bersama-sama bergerak menjaga alam Indonesia untuk anak-anak dan generasi mendatang. Yuk Mulai Bijak Plastik” ujar Utami.

Reporter : Theresia Masang


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR