ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

BPK PENABUR Jakarta Sukses Menggelar Festival Paduan Suara Tingkat Internasional ke Empat Kalinya

08 September 2019
BPK PENABUR Jakarta Sukses Menggelar Festival Paduan Suara Tingkat Internasional ke Empat Kalinya
Gelaran Festival PICF 2019 sukses terselenggara (Ist)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Kegiatan festival yang sudah dimulai sejak 2 September 2019 di SPK PENABUR Kelapa Gading, ini berjumlah 152 tim paduan suara dengan total 6161 orang yang berasal dari 5 negara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Jepang dan Vietnam). Sementara 15 provinsi dari Indonesia yang menjadi peserta yaitu DKI. Jakarta, Banten, Jaw Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Papua.

Tim juri pada PICF 2019 berjumlah 12 orang dari 10 negara. 10 orang juri dari mancanegara antara lain,  Aivis Greters (Latvia), Tom T.Shelton,Jr (USA), Bengt Ollen (Swedia), Johnny Ku (Taiwan), Foong Hak Luen (Singapura), John A. Pamintuan (Filipina), Ko Matsushita (Jepang), Innesa Bodyako (Belarus), Dr.Bienvenido (Filipina), Soundarie David R. (Sri Lanka). Sementara 2 orang juri dari Indonesia Hermantika Sinapa dan Aris Sudibyo.

Terdapat 11 katergori yang dikompetisikan yaitu 4 kategori utama sesuai jenjang sekolah Kindergarten (10 peserta), Primary School (21 pesertas), Junior High School (17 peserta), Senior High School (20 peserta), dan kategori umum yaitu Children Choir (16 peserta), Mixed Youth Choir (14 peserta), Mixed Choir (15 peserta), Folklore (31 peserta), Gospel & Spiritual (11 peserta), Musica Sacra (24 peserta) dan Chamber Choir (8 peserta). Dari 11 kategori tersebut, peserta terbaik dari setiap kategori akan masuk dalam Gand Prix dan The Winner memperoleh hadiah sebesar 30 juta, sementara total hadiah yang diperebutkan di PICF 2019 bernilai 164 juta.

Sebelumnya, PICF 2017 menggelar 8 kategori yang dikuti oleh 3 negara, 132 tim paduan suara dengan total 4923 orang. Begitu pula dengan penyelenggaraan kegiatan sebelumnya, jumlah peserta terus meningkat dan penyelenggaraan semakin meluas juga kualitas standar paduan suara yang semakin tinggi.

Untuk meningkatkan kualitas paduan suara di Indonesia, PICF 2019 menyelenggarakan Workshop, Choir Clinic, dan Meet The Juries yang dipimpin oleh para juri. Agar masyarakat dan gereja dapat ikut serta dalam kegiatan ini, maka diadakan Frienship Concert, Sunday Service, dan Outreach Concert.

Melengkapi kegiatan PICF 2019, BPK PENABUR Jakarta bekerjasama dengan Yamuger menyelenggarakan Special Concert Kamer Youth Choir, 4 September 2019 lalu di Graha Gepemri, Kelapa Gading Jakarta Utara dan 6 September 2019 di Aula Simfonia Jakarta, Kemayoran Jakarta Utara. Yang mana Kamer Choir sudah 3 kali meraih The Winner European Grand Prix (EGP) for Choral Singing dan terakhir di EGP 2019.

Mengangkat tema Harmony in Music for Indonesia, Concert Kamer Youth Choir melengkapi harapan dari PICF untuk membawa semangat harmonisasi di Indonesia kepada para peserta.

Dalam konferensi Pers yang berlangsung kemarin, Ketua BPK PENABUR Jakarta, Ir. Antono Yuwono menjelaskan, “sejak awal BPK PENABUR menjadwalkan festival ini ajang 2 tahunan, bertujuan agar soft skill siswa-siswi kita lebih terbentuk. Peserta didik juga diharapkan mampu untuk kolaborasi, komunikasi, kreatif dan daya pikir kritis”, ungkapnya.

“Selain PICF yang dilakukan pada tahun ganjil, BPK PENABUR juga berencana melakukan kegiatan Art Culture dan Sport Festival yang diselenggarakan di tahun genap. Memang sengaja ada pola tahun ganjil khusus untuk itu karena untuk mempersiapkan event memerlukan waktu hampir satu tahun. Kedepan jug  ada rencana robotic kompetisi, kegiatan-kegiatan tersebut akan mengenapi apa yang BPK PENABUR lakukan sehubungan dengan meningkatkan kualitas dari soft skill anak-anak kita.”

Untuk menjawab tantangan jaman, PICF 2019 diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan semangat harmonisasi bangsa terutama di Indonesia. Hermantika Sinapa, salah satu juri dari Indonesia mengungkapkan lewat padua suara dapat menembus segala perbedaan, sementara Tom Shelton (AS) mengagumi paduan suara Indonesia yang dinilai artistik dan busananya yang indah terlihat melalui kategori Folklore. “Very gold, gold, gold,’ ujar Tom Shelton.

Untuk harapan kedepan Antono Yuwono mengungkapkan, “ingin festival berikutnya kualitas dan prestise semakin lama semakin baik terlihat dari jumlah peserta yang selalu meningkat. Bukan hanya jumlahnya tetapi kualitas peserta juga semakin bagus. Peserta asing yang berhasil kami datangkan  bukan peserta yang kurang bagus tetapi kelas yang luar biasa. Jadi harapan kami tentunya kedepan kualitas PICF semakin bagus. Saya pun berharap untuk tahun-tahun mendatang menjadi event word class yang menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia”, ungkapnya.

Selama PICF 2019 berlangsung, selain dihadiri oleh perwakilan pemerintah juga hadir perwakilan dari pemerintah peserta. Banyak pula penonton umum yang datang ke lokasi termasuk keluarga dari peserta turut menyaksikan dan memberikan dukungan bagi timnya untuk menjadi yang terbaik. BPK PENABUR Jakarta mengajak untuk mendukung dan bergabung 2 tahun mendatang.

Reporter : Theresia Masang


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR