ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Grand Prix dan Closing Ceremony PICF 2019 Berlangsung Meriah

09 September 2019
Grand Prix dan Closing Ceremony PICF 2019 Berlangsung Meriah
Penyelenggaraan PICF 2019 berlangsung sukses (Ist)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Grand Prix dan Closing Ceremony yang digelar pada tanggal 7 September 2019 di Aula PENABUR Kelapa Gading berlangsung sukses dan meriah. Duabelas dewan juri dari 10 negara didapuk memberikan penilaian penampilan 152 peserta, mulai tanggal 3 September hingga 6 September 2019.

Turut hadir Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko, yang menyampaikan apresiasi pada BPK PENABUR atas sebuah gagasan, ide dan kreativitas, lewat seni membangun kecintaan pada bangsa dan negara.  “Sebuah kebahagiaan dan kegembiraan bagi kami pemerintah kota Jakarta Utara bisa hadir bersama-sama menyaksikan Grand Prix dan Closing Ceremony yang dilaksanakan di aula yang megah ini, yang merupakan aset dari pemerintah Jakarta Utara dan menjadi Kebanggaan masyarakat kota Jakarta Utara,” ungkap Sigit. 

Sigit pun bangga menyaksikan  anak-anak yang masih di Taman Kanak-kanak tetap konsisten dan komitmen untuk menciptakan sebuah harmonisasi nada sehingga kita sermua yang hadir bisa menikmati sebuah pertunjukkan yang luar biasa.

“Ini yang seharusnya diharapkan dari hadirnya pemerintah, hadirnya  para guru, pendamping, dan orang tua bagaimana kita menciptakan, melahirkan dan terus mengembangkan generasi muda yang punya karakter dan komimen selain memiliki tingkat intelektual yang tinggi. Acara yang dilaksanakan di Jakarta Utara merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan karena ada festival paduan suara yang sifatnya internasional. Ini akan menjadi sebuah aset dan momen yang prestisius. Menjadi kebanggan saya juga bahwa peserta dari Indonedia bisa meraih penghargaan yang tertinggi, dan itu tentunya hanya bisa diraih dengan komitmen dan kerja  keras baik dari anak-anak selaku peserta maupun orang tua, guru pendamping, pelatih yang sudah mendukung, membimbing dan mendampingi mereka sehingga bisa meraih prestasi”, ujar Sigit menutup sambutannya.

Ketua BPK PENABUR Jakarta, Ir. Antono Yuwono, berharap event yang diselenggarakan oleh BPK PENABUR Jakarta ini, ke depannya menjadi festival yang lebih baik lagi. Juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak dan peserta paduan suara yang sudah berpatisipasi dalam PICF tahun ini dan bisa kembali menyemarakkan festival PICF di tahun 2021 dan membuatnya menjadi festival world class. 

Selain disuguhkan penampilan dari peserta yang menjadi pemenang di masing-masing kategori yang dilaga kembali untuk memperebutkan Grand Prix sebagai the best of the best. Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan solo Dwiki Dhamawan.

Artistic Director festival Aida Swenson Simanjuntak mengatakan tim juri PICF 2019 ini  menggunakan sistem penjurian Musica Mundi. Sistem penjuriannya, pertama dari intonasi, nadanya tepat atau tidak. Intonasi adalah kunci cara bernyanyi yang baik untuk mendapatkan nada yang tepat tidak fals.  Yang kedua, bagaimana paduan suara mempresentasikan bunyi. Bernyanyi dalam paduan suara harus terpadu tidak bisa beryanyi seperti solo. Ketiga, bagaimana paduan suara menyanyikan lagu sesuai dengan partitur. Semua nada-nada yang ditulis harus dipatuhi dan dinyanyikan dengan benar sehingga dapat mengangkat seluruh isi lagu. Harus teliti apa pesan komposer, apa pesan pengarang lagunya,  apa arti teksnya semua ada di partitur. Keempat, bagaimana paduan suara menyampaikan pesan dengan jelas sehingga tergambar suasana  yang  bisa membuat kita menangis dan sedih.  Membuat kita tersenyum saat senang. Adapun sistem penjurian Musica Mundi ini telah digunakan di Indonesia sejak 12 tahun terakhir.

Pemenang The Winners Qualified Grand Prix yang terdiri dari 11 kategori dimenangkan oleh : kategori  Kindergarten diraih oleh Voice of Angels dari Banten melalui penampilan yang lincah dengan menampilkan Yamko Rambe Yamko. Lalu ada Delta Four Choir dari Jakarta yang merupakan pemenang untuk kategori Primary School. Sedangkan Five’s Choir dari DKI Jakarta berhasil membawa gelar juara pada kategori Junior High School.  Paduan suara dari Sulawesi Utara Smansa Choir berhasil memboyong juara di kategori Senior High School dengan membawakan lagu Let my Love be Heard. Untuk katergori Children diraih oleh Choir Gita Harmoni Choir, HKBP Kramat Jati Jakarta, dengan lagu andalannya Music Down in My Soul. Dari provinsi Jawa Tengah dengan teknik vokal yang kuat PSM Teknik Universitas Diponegoro berhasil menyabet juara Mixed Youth Choir.  Kategori Mixed Choir diraih oleh Oktava dari Jakarta dengan  membawakan lagu Ave Maria yang indah. Tidak ketinggalan peserta asing dari Filipina Cordillera Chamber Singers tampil dengan kostum khas negaranya berhasil menjuarai kategori Folklore. Untuk katergori Gospel diraih oleh Stream of life dari Jawa Barat, dengan penampilan yang memukau.

Peserta asing lainnya dari Jepang Voces Fidelis berhasil menyabet 2 penghargaan untuk kategori Musica sacra dan Chamber melalui penampilan yang ekspresif dan energik. Atas kemenangan tersebut, Voces Fidelis berhasil dinobatkan  sebagai pemenang Grand Prix di ajang PICF tahun ini.

Di ajang ini pun diperebutkan penghargaan terbaik, dengan kategori : Best Interpretation diraih oleh Oktava. Best Choreography dimenangkan oleh Cordillera Chamber Singers, dengan koreografi yang memukau. Konduktor Amy Kajiyama dari Jepang berhasil memboyong penghargaan Promising Conductor. Selanjutnya Best Conductor dimenangkan oleh Fransiska Juniati Pardede dari Voice of Angels.


Reporter : Theresia Masang


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR