ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Kualitas Meningkat, Lulusan Vokasi Makin Mendunia

11 September 2019
Kualitas Meningkat, Lulusan Vokasi Makin Mendunia
Pelatihan pendidikan vokasi (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Pendidikan vokasi di Indonesia memiliki keistimewaan lantaran Pemerintah memberikan perhatian khusus pada program ini. Tiga keistimewaan yang dimiliki adalah, lebih praktikal, banyak pilihan institusi, serta memiliki beragam pilihan program.

Dalam penerapannya, pendidikan vokasi memang menekankan keahlian praktikal yang dibutuhkan untuk terjun langsung ke industri. Dosen pengampu program ini pun,  disyaratkan harus lulus S2. Begitu juga dosen politeknik dan vokasi harus 50 persen berasal dari industri.

Tak heran bila kualitas lulusan program vokasi Indonesia mulai diakui dunia. Beberapa perusahan luar negeri mulai tertarik memperkerjakan lulusan lembaga pendidikan vokasi dari Indonesia.

“Ada permintaan dari Taiwan, agar bagaimana ada upgrade di bidang bachelor dalam hal ini sarjana bidang vokasi atau sarjana terapan. Kemarin kami kirim 300 ternyata mereka senang dan 2019 mereka minta 1000 (lulusan vokasi) akan kami kirim ke Taiwan,” kata Nasir di Jakarta.

Jumlah mahasiswa program vokasi tahun 2019 ini semakin meningkat sekitar 50 persen. Tak hanya itu, angka jumlah lulusan program vokasi yang diterima industri semakin meningkat.

Hal ini, kata Nasir, merupakan imbas dari kebijakan yang ia keluarkan. Dosen vokasi disyaratkan harus lulus S2. Begitu juga dosen politeknik dan vokasi harus 50 persen berasal dari industri. “Artinya industri yang sebidang dengan ilmu itu. Agar bidang ilmu mahasiswa sesuai dengan yang diinginkan industri,” ujar Nasir.

Ia menjelaskan, bahwa kurikulum di program vokasi pun mulai disesuaikan dengan kebutuhan industri. Dahulunya enam semster harus berada di ruang kelas sekarang tidak diterapkan seperti itu lagi. tiga semester di ruang kelas, tiga semester bisa di industri. “Dan ini ternyata meng-upgrade lulusan pada kesiapan kerja. Dengan model ini ternyata timbul minat kerja sama salah satunya dari Taiwan,” tuturnya.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR