ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Mengenang Ilmuwan Pengembang Teknologi Indonesia

12 September 2019
Mengenang Ilmuwan Pengembang Teknologi Indonesia
Prof BJ Habibie (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Sejarah teknologi di tanah air, mencatat nama seorang teknokrat kawakan, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, yang juga Presiden ketiga Republik Indonesia. Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Ainun Naim bahkan menyebut teknokrat tersebut, menjadi teladan bagi generasi muda bangsa Indonesia untuk terus menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan Tanah Air.

Menurut Ainun, Habibie menjadi sumber inspirasi dan semangat yang terus memotivasi anak bangsa berdaya saing dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. "Beliau sosok anak bangsa yg menjadi ilmuwan dan insinyur profesional yang memberikan inspirasi dan dalam banyak hal dapat menjadi teladan dan pelajaran bagi generasi berikutnya," kata Ainun di Jakarta, Kamis (12/09).

Senada dengan hal itu, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan Habibie telah mewariskan semangat untuk terus berkarya melakukan lompatan-lompatan teknologi dan inovasi.

"Filosofi dan cita Pak Habibie akan menjadi semangat bagi kami di BPPT untuk melakukan lompatan teknologi, mempercepat penguasaan dan pemanfaatan teknologi yang dibutuhkan masyarakat dan industri nasional," kata Hammam dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (12/09).

Sebagai pendiri BPPT, Habibie mendorong lembaga tersebut untuk menghasilkan inovasi bagi Indonesia agar menjadi negara industri maju. Habibie merupakan sosok yang mengayomi dan menaruh perhatian besar dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

Prof Habibie memberi kesempatan besar kepada kami, memberi ribuan beasiswa hingga kami dapat menjadi sumber daya manusia (SDM) Iptek. Yang menguasai iptek agar dapat berkarya, melakukan transformasi industri, dengan filosofi bermula di akhir dan berakhir di awal, tambah Hammam.

Profil sempurna ini, menjadi gambaran kaum ibu Indonesia, yang menginginkan anaknya sepandai Habibie.  "Hampir setiap Ibu menginginkan anaknya menjadi pintar seperti Bapak Habibie," ujar Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir  dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Menurut Menristekdikti, selama puluhan tahun Habibie telah mengabdikan diri kepada bangsa Indonesia dalam bidang pengembangan Iptek dan Inovasi. "Prof BJ Habibie adalah sosok yang sangat diidolakan semua kalangan baik dari segi intelektual, jiwa kepemimpinan hingga rasa kasih sayang Beliau terhadap keluarga dan sesama manusia," katanya.

BJ Habibie meninggal akibat gangguan pada jantung pada Rabu sekitar pukul 18.05 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
Habibie dirawat di RSPAD sejak 1 September dan ditangani 44 tim dokter dipimpin oleh tim dokter kepresidenan.

Habibie yang lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936 dalam karirnya pernah menjabat sebagai Wakil Presiden, dan Menteri Riset dan Teknologi dan juga mempelopori lahirnya industri penerbangan di Tanah Air.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR