ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Teknologi Menunjang Kualitas Guru sebagai Asesmen Siswa

19 September 2019
Teknologi Menunjang Kualitas Guru sebagai Asesmen Siswa
Penguasaan teknologi para guru (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Australian Council for Educational Research (ACER) Indonesia kembali bersinergi dan menjalin kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta melalui sebuah riset terpadu yang diberi nama PEMANDU atau Pengukuran Kemampuan Numerik Terpadu. Setelah melalui  proses pengumpulan data dan analisis komprehensif, tim ACER Indonesia melakukan pemaparan hasil riset PEMANDU bertempat di kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

PEMANDU adalah pelaksanaan asesmen di bidang matematika untuk siswa kelas 3-6 di beberapa sekolah dasar, baik negeri maupun swasta yang berlokasi di lima kotamadya DKI Jakarta. Para siswa diminta mengerjakan soal matematika dengan durasi selama 45 menit dengan menggunakan perangkat komputer di sekolah atau gawai yang sudah disiapkan.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya ACER Indonesia untuk menyerukan peran asesmen yang lebih bermakna dalam proses pembelajaran, dan bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan hasil asesmen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Tercatat 2.633 siswa dari 28 sekolah yang ikut berpartisipasi dalam inisiatif ini, dan dipilih berdasarkan representasi terhadap kotamadya, status (negeri atau swasta), serta performa dan proporsional dengan jumlah populasi.

Kegiatan pemaparan hasil riset PEMANDU turut menghadirkan perwakilan pemerintah dan pakar pendidikan sebagai narasumber, diantaranya Didih Hartaya, Kepala Bidang Sekolah Dasar dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta; Totok Amin Soefijanto, Penasihat Kebijakan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta; Lani Ganda, Head Country Representative ACER Indonesia; dan Dr. Jarrod Hingston, Manajer Layanan Penilaian di Sekolah (Manager of School Assessment Services).

Dinamika dalam sistem pendidikan di Indonesia semakin bergeliat. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, beragam reformasi tata kelola, transisi sistem, dan integrasi kebijakan terbaru mendorong seluruh aktor dan pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan untuk mengadopsi dan beradaptasi secara cerdas dan cermat. Salah satunya adalah paradigma mengenai asesmen.

Konsep dan rekomendasi pemanfaatan hasil asesmen sudah banyak terdengar gaungnya. Para tenaga pendidik pun sudah mulai mulai akrab dengan terminologi asesmen dan sudah cukup terampil mengaplikasikannya ke dalam praktik pembelajaran mereka sehari-hari. Namun, masih banyak miskonsepsi seputar asesmen yang perlu dikaji dan diluruskan. Asesmen dipandang sebagai suatu bentuk pengukuran kemampuan siswa yang absolut tanpa memperhatikan proses dan tingkat pemahaman setiap individu siswa sebagai basis perancangan proses pembelajaran yang lebih baik. Hasi dari riset PEMANDU diharapkan mampu membekali para guru dan tenaga pendidik akan pemahaman mengenai fungsi dan pemanfaatan hasil asesmen sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam merancang rekomendasi pembelajaran yang lebih baik.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyambut baik pelaksanaan riset semacam ini. Didih Hartaya menyebutkan, “Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran para siswa, serta kapasitas guru agar mampu menggunakan asesmen beserta hasilnya secara strategis. Guru diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas mereka dalam mengidentifikasi perkembangan serta tingkat pemahaman setiap siswanya. Di sinilah peran asesmen yang sebenarnya, yaitu membantu guru mengambil keputusan akan proses belajar mengajar yang perlu diterapkan.”

“Harapannya, hasil riset PEMANDU bisa dikembangkan dan diimplementasikan dalam konteks yang lebih luas oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Hasil tersebut dapat menjadi masukan bagi para pembuat kebijakan untuk mengetahui potensi guru dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi mereka,” Totok Amin Soefijanto menambahkan.

Asesmen selayaknya diposisikan sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran, maka proses pembelajaran sudah sewajarnya fokus untuk memastikan setiap siswa benar-benar menguasai pengetahuan dan keterampilan yang selaras dengan capaian pembelajaran yang diharapkan, serta menumbuhkan motivasi untuk belajar yang berasal dari dirinya sendiri.

“Dengan semangat untuk terus mengembangkan kualitas sistem penilaian pendidikan di Indonesia, ACER Indonesia memiliki misi untuk mempromosikan pengetahuan, produk, dan layanan berbasis penelitian yang dapat digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kapasitas literasi asesmen bagi para guru dan tenaga pengajar,” pungkas Lani Ganda.

Proses belajar mengajar yang mengedepankan proses daripada hasil merupakan budaya yang perlu terus didorong dan dibangun. Pemahaman mengenai asesmen yang tepat perlu disadari sebagai langkah awal terciptanya suatu perubahan baik dalam sistem pendidikan tanah air. 


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR