ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Guru Asal NTT ini, Bertarung Ombak Demi Mengajar di Pulau Buaya

20 September 2019
  Guru Asal NTT ini, Bertarung Ombak  Demi Mengajar di Pulau Buaya
Ahmad Haris, Guru Asal NTT (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Guru merupakan tokoh utama yang berperan dalam perubahan di dunia pendidikan. Tanpa sosok seorang guru, maka hal-hal yang menunjangnya seperti bangunan yang megah, kurikulum yang sempurna, inovasi pendidikan yang memukau tak akan ada artinya sama sekali.

Berprofesi sebagai guru bukanlah hal yang mudah. Guru menjadi wakil orangtua selama anak-anak berada di sekolah dan demi generasi penerus bangsa, mereka harus bekerja keras, salah satunya dirasakan oleh Ahmad Haris.

Guru asal Pulau Alor, NTT ini sempat viral di akhir tahun 2018 lalu karena perjuangannya yang tidak mudah saat pergi mengajar. Ahmad Haris harus berenang melewati selat untuk menuju tempatnya mengajar yang berada di Pulau Buaya. Ia melakukan hal ini sejak tahun 2005 lalu. Bukannya tidak ada perahu, tapi keberangkatan perahu motor tidak sesuai dengan jam masuk sekolah.

Belum lagi ombak yang tidak bersahabat membuat perjalanan terhambat. Sehingga pria berusia 40 tahun ini memilih untuk berenang sejauh satu mil untuk mengejar waktu. Padahal jika menggunakan perahu motor, waktu tempuhnya hanya sekitar 5-10 menit. Daripada terlambat mengajar anak-anak yang ia cintai, ia memilih resiko yang jauh lebih besar dengan berenang. Tidak ada pilihan lagi baginya selama ia ingin mengabdi pada bangsa dan negara Indonesia.

Ahmad Haris tidak sendirian, bersama enam orang guru lainnya memilih berenang untuk mengajar di satu-satunya sekolah yang ada di Pulau Buaya. Tidak mudah juga berenang di air berombak menggunakan satu tangan sementara tangan lainnya memegang tas.

Dilansir sumber Siedoo, Ahmad Haris pernah berpikir untuk pindah namun ia menepis pikiran itu karena tidak ada orang lain yang menggantikan dirinya seandainya ia tidak mengajar di situ.

Kegigihan Ahmad Haris mengundang rasa haru menteri agama karena kisahnya yang menginspirasi, sehingga Ahmad Haris beserta guru-guru yang lain dinilai tepat menerima penghargaan. “Mereka adalah sosok guru istimewa yang spirit dan perjuangannya menginspirasi kita semua. Negara dan bangsa ini berhutang kepada mereka,” kata Menag. Semoga Pak Ahmad Haris dan kawan-kawan selalu diberikan kesehatan agar dapat mengajar terus.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR