ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Peringatan Menristekdikti Tanggapi Demo Mahasiswa Jelang Pelantikan DPR

01 Oktober 2019
Peringatan Menristekdikti Tanggapi Demo Mahasiswa Jelang Pelantikan DPR
Demo Mahasiswa (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Jelang pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini, aksi demo mahasiswa belum terlihat mereda. Bahkan semalam pun, unjuk rasa berubah menjadi anarkis hingga menimbulkan kerusuhan. Kejadian ini, dikhawatirkan bisa mengganggu jalannya pelantikan para anggota dewan tersebut.

Karenanya, mengantisipasi aksi mahasiswa itu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengundang rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan kepala lembaga pendidikan tinggi se-Indonesia untuk mengantisipasi perkembangan gelombang demo yang melibatkan mahasiswa belakangan ini.

Ditemui usai pertemuan, Nasir mengatakan, salah satu agenda pertemuan adalah mengajak para rektor dan pimpinan lembaga pendidikan tinggi untuk membantu meredakan kondisi agar menjadi kondusif. "Agar suasana dan situasi menjadi teduh dalam pelantikan DPR maupun presiden," kataNasir usai pertemuan dengan rektor PTN di Gedung Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Dalam pertemuan tersebut, kata Nasir, dirinya mengimbau rektor agar mau mengajak mahasiswa tak kembali turun ke jalan untuk menggelar demonstrasi. Sebab tuntutan mahasiswa sudah dikabulkan, yakni penundaan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) yang kontroversial.

“Saya harapkan mereka tidak melakukan demo. Yang didemokan apa? Tuntutan mereka untuk pemerintah sudah ditunda pada RUU itu dan tidak dibahas oleh anggota DPR. Harusnya tidak ada lagi (demo),” kata guru besar Undip ini.

Tuntutan mahasiswa terkait RUU yang diperdebatkan, kata Nasir, bisa didialogkan. "Untuk itu saya minta rektor mengajak dialog mahasiswa. RUU kan sudah ada di mana-mana, bisa dibahas, apa masukannya, keinginannya, apa yang belum masuk, sehingga itu bisa jadi masalah yang bisa diselesaikan," terang Nasir.

Ia memahami, bahwa demonstrasi adalah hak menyuarakan pendapat dan aspirasi yang dijamin oleh undang-undang. Namun, ada jalan lain yang dapat ditempuh untuk menyampaikan aspirasi, yakni dengan cara berdialog dan duduk bersama, difasilitasi oleh rektor.

“Mahasiswa demo hak mahasiswa. Tapi jangan dikerahkan. Lebih baik rektor mengajak diskusi dan dialog bersama. Jadi ajaklah mahasiswa di kampus kegiatan yang produktif,” ujar Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR