ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Rekor STIE Ganesha, Pemberi Bantuan Beasiswa Peserta Terbanyak

08 Oktober 2019
Rekor STIE Ganesha, Pemberi Bantuan Beasiswa Peserta Terbanyak
Penghargaan LEPRID untuk STIE Ganesha dan YPGG. (Foto:Istimewa)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Turut mendukung program Pemerintah dalam rangka mewujudkan SDM Unggul, beberapa lembaga pendidikan, memberikan penghargaan kepada para pihak, khususnya swasta, untuk mendukung perwujudan SDM Indonesia berkualitas.

Lembaga Prestasi Indonesi-Dunia (LEPRID) kembali memberikan apresiasi kepada STIE Ganesha dan Yayasan Pendidikan Graha Ganesha (YPGG) atas Pemecahan Rekor Seminar Nasional Pendidikan Dan Pemberian Bantuan Beasiswa Pendidikan Dengan Peserta Terbanyak, dengan tema melalui program beasiswa, kita tingkatkan semangat generasi muda yang berkarakter, kompetitif, memiliki sumber daya manusia unggul, dalam menghadapi tantangan pelajar di era revolusi Industri 4.0.

Kepala Dinas Pendidikan Hj. Masyati Yulia, SH, MAP memberikan sambuntanya dengan jelas bahwa Program Pemerintah Kota Tangerang dalam dunia pendidikan di wajibkan untuk menjadi SDM unggul dengan menggratiskan Sekolah di tingkat SD, SMP, maupun SMA dengan memerintahkan jajaranya untuk mendata di setiap RT siapa saja yang putus sekolah dan memberikan bantuan dana untuk sekolah negeri maupaum swasta, maka kalau ada Jajaran di bawahnya masih yg tidak peduli dengan pendidikan segera laporkan.

Acara tersebut mendapat dukungan penuh dari Yayasan Catur Wangsa Group yang dipimpin oleh Raden Rizky Novandi Kusumah, S.H, beliau sama-sama peduli dengan pendidikan, dengan tujuan mencerdaskan generasi penerus bangsa.

“Sudah sepatutnya kita peduli dengan pendidikan, namun kontribusi Catur Wangsa Group belum ada apa-apanya. Kita Semua Perlu berikan Apresiasi yang sebesar-besarnya Kepada Yayasan Pendidikan Graha Ganesha,”ujar Rizky. Kami hanya mencoba membakar semangat juang internal lembaga kami agar anak cucu kami kedepan bisa layak untuk mendapatkan pendidikan. Namun, kata Rizky atas dukungan dari Pak Tatang Sutisna Seketaris Daerah Kota Tangerang, maka acara ini dapat berjalan dengan indah dengan tangan dingin beliau “Sederhana Namun Indah”.

“Semua ini jalan Tuhan. Maka bersamaan di Hari Ulang Tahun Banten yang ke 19 dan Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia yang ke 74 yang di dukung oleh Bataliyon Infanteri 310/Kidang Kancana Lembaga Rekor Prestasi Indonesia Dunia juga memberikan pengahargaan nya kepada Batalayon Infanteri 310 Kidang Kancana karena lagi-lagi kontribusi yang nyata peduli terhadap pendidikan selalu mengiringi tanpa mengabaikan tugas nya sebagai satuan tempur,” imbuh Rizky.

“Disela-sela kesibukan Satuan Tempur di bawah Pimpinan Letkol Inf. Andik Siswanto S.IP ini dengan kondisi Siaga 1 dan juga Kesibukan rangkaian perayaan Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia yang ke 74 beliau masih bisa mempimpin dengan irama yang dingin dan tenang mengirimkan personil terbaiknya untuk bangsa ini. Sehingga suasana begitu mencair dan membakar semangat juang para peserta penerima beasiswa maupun panitia,” urainya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Mubarok menuturkan, bahwa program pemberian Beasiswa ini membuka peluang bagi mereka yang ingin merubah nasib, semisal jika dahulu seorang petani miskin yang mempunyai anak ingin melanjutkan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi.

“Program prestasi beasiswa unggulan ini memiliki kriteria untuk putra/i terbaik daerah yang berprestasi secara akademik maupun non akademik, kemudian bagi siswa/i tidak mampu akan mendapat bantuan, tetapi dengan didasari komitmen, loyalitas dan mempunyai integritas untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi,” ujar Mubarok.

“Saya dalam acara ini menarik kesimpulan bahwa berbuat kebaikan pasti ada tangan Tuhan dan kuasa- Nya, sehingga acara ini bagaikan irama dan alunan musik indah yang mudah di dengar dan tersampaikan oleh pendengarnya. Tidak hanya itu perjuangan ini tidak luput dari gerak lincah nya Bunda R. Dewi Rahmawati, SE .M.si yang akrab disapa Bunda Dera. Beliau bergerak cepat tanpa terlihat namun ukiran karya nya nyata untuk kami,” tambah Mubarok.

“Kegiatan ini bertujuan untuk kemajuan dunia pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar bagi para mahasiswa yang berprestasi maupun kurang berprestasi serta untuk mendukung program Pemerintah Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan kwalitas SDM Indonesia melalui pencapaian pendidikan tinggi,” kata Paulus Pangka, SH, Ketua Umum dan Pendiri LEPRID.

STIE Ganesha Hadir di kala Hari Ulang Tahun Banten yang ke 19 dan Dirgahayu TNI yang ke 74 “Kami Ada Untuk Putra Putri Terbaik Banten dan Untuk Indonesia”

STIE Ganesha Hadir memberikan Bantuan Program Beasiswa, yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir ini, salah satu keunggulan progam ini sangat membantu meringankan beban orang-orang yang kurang mampu dalam hal materi. Seseorang yang kurang mampu materinya dapat terus melanjutkan pendidikanya asalkan orang tersebut unggul dalam suatu bidang baik akademik ataupun non akademik. Mungkin banyak orang yang mengatakan beasiswa itu hanya penting bagi seorang pelajar yang kurang mampu dalam materi sehingga ia harus tersendat dalam meneruskan pendidiknya. Sebenarnya pendapat itu tidaklah sepenuhnya benar karena tidak hanyalah pelajar yang kurang mampu saja yang pantas mendapatkannya, pelajar yang mampu pun juga sah-sah saja mendapatakannya karena beasiswa itu dapat menimbulkan efek-efek yang positif terhadap kelanjutan seorang.

Tujuan pemberian beasiswa ini adalah untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan. Pemerataan kesempatan belajar bagi para mahasiswa yang berprestasi dan kurang berprestasi, namun secara ekonomis tidak atau kurang mampu secara ekonomi. Mendorong dan mempertahankan semangat belajar mahasiswa sehingga mampu tetap berprestasi dan bergairah dalam menyelesaikan studi.

Mendorong siswa berpacu mencapai prestasi akademik yang tertinggi sehingga sumberdaya manusia yang potensial tersebut tidak sia-sia. Sasaran awalnya adalah golongan masyarakat yang tidak mampu dari segi ekonomi, agar mereka tetap bisa mengenyam pendidikan yang layak. Tidak hanya itu, penerima beasiswa seharusnya juga memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mengurangi sifat egoisme. Supaya ketika mereka lulus dari bangku pendidikan, mampu menerapkan ilmunya untuk kepentingan umum, dan semaksimalnya berusaha menjadi orang yang menyediakan beasiswa bagi penerusnya.

Memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengubah nasib. Semisal jika dulu seseorang petani miskin mempunyai anak yang ingin terus melanjutkan sekolahnya kejenjang yang lebih tinggi sebenarnya orang tuanya tidak mampu membiaya. Namun, Berkat kepandaianya anak tersebut berhasil mendapatkan beasiswa lalu anak tersebut mempunyai pekerjaan dan sukses dan dapat mengubah ekonomi dikeluarganya menjadi lebih baik, tegas Mubarok ketua penyelenggara.

Maka dari itu untuk menciptakan generasi yang hebat dan tangguh dalam rangka menghadapi kerasnya dunia yang semakin hari semakin dasyat di perlukan proganm pendukung salah satunya beasiswa baik untuk orang yang sudah mampu maupun orang yang telah mampu karena selain dapat membantu diri dalam idividu secara nasional juga sangat membantu universal. Sangat membantu dalam pelaksananan pemerintahan dalam suatu negara karena pelajar merupakan generasi penerus dalam sebuah negara. Jadi baik buruknya negara itu kedepannya tergantung pada generasi pemuda apabila generasinya cerdas akan ilmu-ilmu maka dalam pemegang negaranya akan baik dan lancar dan semakin maju.

Untuk diketahui, bahwa pemberian bantuan Beasiswa tersebut, berupa uang gedung dan uang semester dengan total senilai Rp. 20 juta untuk predikat S1, sedangkan untuk S2 sebesar Rp. 27 juta.

Acara yang bertajuk, Dengan Bantuan Beasiswa, kita tingkatkan semangat Generasi Muda yang berkarakter, Kompetitif, Sumber Daya Unggul dan berkemajuan dalam mengahadapi tantangan pelajar di era revolusi industry 4.0 ini di ikuti oleh ribuan siswa/i mulai dari tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

Acara pun dimeriahkan dengan seni tari adat Siswa/i Kota Tangerang serta diwarnai Yel-yel dari jajaran TNI Bataliyon Infanteri 310/Kidang Kancana. 

Reporter: Ivan SL


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR