ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

UNS Pamerkan Robot Terbang Inovatif di Ajang Kontes Robot 2019

09 Oktober 2019
UNS Pamerkan Robot Terbang Inovatif di Ajang Kontes Robot 2019
Kontes Robot Terbang Indonesia 2019 (Net)

PASURUAN, SCHOLAE.CO - Prestasi mahasiswa di bidang teknologi, kembali membuahkan produk inovasi menakjubkan. Panggung robotika menjadi ajang unjuk keunggulan kaum milenial dalam memperlihatkan kemampuannya. Beragam inovasi pun dipemerkan, diantaranya bahkan mendapat predikat terbaik.

Tim Bengawan UV Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih prestasi Inovasi Terbaik di Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019 dalam divisi Fixed Wing. Kompetisi ini digelar pada 1-6 Oktober 2019 di Lapangan Udara TNI-AL Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

General Manager Bengawan UV UNS, Billy Yansa Latief Imamah mengatakan, KRTI merupakan ajang bergengsi dalam berkompetisi di bidang UAV atau kendaraan tanpa awak di udara yang diadakan setiap tahun oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kompetisi ini diikuti oleh 95 tim yang terbagi menjadi empat divisi.

Sebanyak 24 tim mengikuti divisi Racing Plane (RP), 25 tim mengikuti divisi Fixed Wing (FW), 24 tim di divisi Vertical Take-Off and Landing (VTOL), serta 22 tim di divisi Technology Development (TD).

Dalam perlombaan ini, dari Tim Bengawan UV mengirimkan tiga tim, di antaranya VTOL, FW dan RP. Dalam divisi FW, tim ini diketuai oleh Annas Isman, dan beranggotakan Irvani Akmal sebagai pilot, Zikri Nurrachim sebagai mechanic and manufacture, Anandito Adam sebagai mechanic & manufacture, M Jauharil sebagai GCS and programming, M Raihan sebagai elektronic serta Martha Widi sebagai non technical.

Hexxa nama wahana pesawat FW ini meraih inovasi terbaru yaitu auto landing dengan parasut. Pesawat yang bernama Hexxa ini berhasil menyelesaikan misinya yaitu mapping dan monitoring dengan diakhiri auto take-off.

Pada divisi RP dengan wahana yang bernama Narasena berhasil menjadi pemenang di grup dan masuk per delapan final. Sedangkan pada VTOL masuk di runner up grup dan masuk dalam per delapan final. Bukan usaha yang mudah untuk menghasilkan hasil yang sebagus ini.

“Tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan berkembang lagi ke depan. Tentu hasil ini akan terus kami maksimalkan ke depannya untuk menatap KRTI 2020 dan lomba internasional ke depan, tidak lupa juga untuk VTOL dan RP sudah menampilkan yang terbaik, jadi tidak perlu disesali dan tetap semangat,” ujar Billy.

Billy menambahkan, tidak mudah dalam mengikuti perlombaan nasional ini karena harus di imbangi dengan kuliah dan juga harus mencoba riset tentang pesawat dan drone. “Banyak waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk memberikan yang terbaik demi UNS,” imbuh Billy.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR