ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Geliat Peneliti Muda, Bersaing di OPSI 2019

17 Oktober 2019
Geliat Peneliti Muda, Bersaing di OPSI 2019
 OPSI, ajang peneliti muda berprestasi (Net)

SOLO, SCHOLAE.CO - Semangat riset dikalangan pelajar yang notabene berusia muda, perlu diacungi jempol. Meski bidang penelitian dianggap lahan rumit, toh ratusan anak muda ini berlomba memamerkan kemampuan kajiannya lewat ajang karya tulis tingkat nasional.

Sebanyak 106 karya penelitian dan 201 finalis lolos seleksi ke tingkat nasional untuk berkompetisi dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) ke-11. OPSI tahun 2019 ini digelar di Hotel Sunan Solo, Jawa Tengah, 14-19 Oktober 2019. Para finalis yang terpilih ini, merupakan hasil dari seleksi ketat 2.510 peserta dan 1.214 naskah penelitian tingkat SMA/MA yang masuk. Jumlah ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun lalu.

Bidang yang dilombakan dalam OPSI 2019 dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu: Matematika, Sains, dan Teknologi (MST), Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR), Ilmu Sosial dan Humaniora. Mekanisme penilaian oleh juri akan melalui beberapa tahapan, yaitu pameran poster, presentasi, dan wawancara. Proses penjurian akan mempertimbangkan banyak hal, mulai dari konten, bobot dari segi inovasinya, dari segi penulisan, pemanfaatan untuk masyarakat, serta potensi pengembangannya ke depan.

Para peserta OPSI akan memperebutkan sebanyak 27 medali dan 9 penghargaan. Para pemenang nantinya juga akan mengikuti tahap pembinaan dan seleksi untuk diikutsertakan pada kompetisi penelitian tingkat internasional tahun 2020.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Kemendikbud, Purwadi Sutanto, mengatakan OPSI bukan hanya sekadar lomba, tapi menciptakan ide agar generasi milineal saat ini selalu bisa berpikir dan bersikap ilmiah. Seorang peneliti sepatutnya memiliki sikap-sikap ilmiah agar karyanya dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun diri sendiri, memahami dan merealisasikan sikap-sikap ilmiahnya sehingga dia dan karyanya menjadi semakin berkualitas.

Sikap ilmiah yang harus dimiliki diantaranya ingin tahu, kritis, terbuka, objektif, rela menghargai karya orang lain, berani mempertahankan kebenaran dan menjangkau ke depan. “Kuncinya adalah harus memiliki minat dan rasa ingin tahu, serta kemampuan dan kemauan yang tinggi. Tidak hanya pekerja bidang seni yang harus memiliki sifat kreatif, peneliti pun harus mampu mencari jawaban atas persoalan-persoalan yang dihadapi dengan cara yang baru.” kata Purwadi Sutanto di Solo, Rabu (16/10).

Kepala Subdirektorat Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA, Juandanilsyah, mengatakan perkembangan kegiatan ini sudah semakin baik setiap tahunnya. Dari segi peminat dan kualitasnya juga sudah meningkat, dan dari tahun ke tahun selalu ada karya-karya yang menarik dan mengejutkan yang didaftarkan para finalis. "Bukan saja melihat banyaknya jumlah yang masuk tapi juga kualitasnya yang semakin bagus. Kita berharap dengan semakin meningkatnya kemampuan meneliti siswa, naskah yang masuk kualitasnya juga semakin baik dari tahun ke tahun," kata Juandanilsyah.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR