ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Beasiswa Program Pascasarjana ASEAN di China

19 Oktober 2019
Beasiswa Program Pascasarjana ASEAN di China
Beasiswa dari Pemerintah China (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO  - Pemerintah China dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara mengalokasikan dana sebesar 5,1 juta US dolar atau setara dengan Rp72,23 miliar untuk mendanai program beasiswa pascasarjana bagi mahasiswa yang hendak menempuh pendidikan magister dan doktor di Negeri Tirai Bambu pada 2019.

Sekretaris Jenderal ASEAN Dato Lim Jock Hoi saat acara peresmian tim pengelola dana ASEAN-China Cooperation Fund (ACCF) di Jakarta, Jumat(18/10), mengatakan dana tersebut digunakan untuk membiayai program beasiswa ASEAN-China Young Leader's Scholarship (ACYLS) untuk periode 2019-2023.

"Saya dengan bangga mengumumkan hari ini 23 mahasiswa pascasarjana dari negara-negara ASEAN telah diterima oleh sejumlah universitas ternama di China, dan mereka saat ini sedang menempuh pendidikan di sana," kata Dato Lim Jock Hoi.

Program beasiswa itu merupakan salah satu kegiatan yang didanai oleh ACCF mulai tahun ini, kata Duta Besar China untuk ASEAN Huang Xilian saat acara peresmian tim pengelola dana ACCF di Kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta.

Dubes Xilian menambahkan, selain mendanai program beasiswa, ACCF telah membiayai lebih dari 200 kegiatan di negara-negara ASEAN serta China sejak dana kerja sama itu diresmikan pada 1997. Kegiatan yang didanai ACCF mencakup berbagai program kerja sama di bidang pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, infrastruktur, dan transportasi.

"Tahun lalu, perdana menteri kami (Li Keqiang) mengumumkan akan mengalokasikan 10 juta US dolar (setara dengan Rp141,38 miliar) untuk ACCF tahun ini," kata Dubes Huang.

Dana tersebut, dia menambahkan, akan dikelola oleh tim khusus yang terdiri dari dua perwakilan dari ASEAN dan dua dari pemerintah China mulai 2019. Sebelumnya, dana ACCF dikelola langsung oleh perwakilan pemerintah China untuk ASEAN dan Sekretariat ASEAN.

"ACCF sendiri telah dibentuk sejak 22 tahun yang lalu, tetapi baru tahun ini pengelolaannya diberikan ke sebuah tim khusus yang terdiri dari empat orang profesional. Mereka bertugas merancang program, meninjau pengelolaan dana, dan membuat laporan terkait penggunaan dana," kata Dubes Xilian saat ditemui di Jakarta.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR