ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Akademisi Berharap Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Presiden

22 Oktober 2019
Akademisi Berharap Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas Presiden
Membangun SDM Indonesia Unggul

JAKARAT, sCHOLAE.CO - Program membangun Indonesia Unggul yang selalu didengung-dengungkan Presiden Joko Widodo, diharapkan tidak menjadi slogan. Apalagi ini menyangkut mempersiapkan masa depan bangsa ke depan. Karenanya, para akademisi berharap, Presiden bisa mendapatka para menterinya yang kredibel dan cakap. Khususnya yang mengurusi masalah pendidikan dan kesehatan.

Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Profesor Jasman J Ma'ruf mengharapkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin meningkatkan program sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan dan pendidikan.

"Dengan pengalaman lima tahun mengelola pemerintahan Indonesia, saya yakin Pak Jokowi sudah memiliki banyak pengalaman untuk melanjutkan pemerintahan yang lebih baik selama lima tahun ke depan," kata Profesor Jasman J Ma'ruf, Senin (21/10) di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Menurutnya, sektor kesehatan dan pendidikan harus terus diprioritaskan di kabinet kerja jilid dua, karena hal ini sudah sesuai dengan visi misi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Karena sektor kesehatan dan pendidikan, merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh seluruh komponen rakyat agar terus merasakan perhatian dan kesejaheteraan dari pemerintah.

Berbekal pengalaman yang ada, ia yakin periode kali ini semua kebijakan dan program kerja Presiden Joko Widodo hanya tinggal direalisasikan saja, sesuai dengan kebutuhan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Tidak hanya itu, ia juga berharap Presiden Jokowi agar terus meningkatkan pengelolaan sektor kemaritiman, sehingga perekonomian di tanah air akan terus tumbuh dan meningkat pada tahun-tahun mendatang.

"Termasuk di bidang kerja sama investasi, misalnya ada investor yang belum merealisasikan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Indonesia, maka tinggal dievaluasi saja. Intinya saya yakin dalam periode kedua ini, Bapak Jokowi pasti akan berhasil," kata Profesor Jasman J Ma'ruf menambahkan.

Di sisi lain, dosen Jurusan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr. Mutsyuhito Solin, M.Pd berharap Presiden Joko Widodo dapat memilih menteri dalam Kabinet Kerja jilid II terdiri dari orang-orang yang kredibel, jujur, bertanggung jawab, dan amanah.

"Para menteri yang mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus dapat dipercaya, dan memiliki kinerja yang ulet, serta gigih," kata Solin, di Medan, Senin (21/10).

Sebab, menurut dia, dalam menghadapi era Industri 4.0, Indonesia dituntut lebih peka lagi, dan mampu mengikuti kemajuan dengan negara-negara di dunia.

"Indonesia harus mampu bersaing dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, industri, dan lain sebagainya," ujar Solin.

Ia mengatakan, susunan kabinet pemerintahan Presiden Jokowi periode mendatang sudah rampung, dan mereka berasal bidang pekerjaan dan profesi, yakni akademisi, birokrasi, politikus, santri, TNI dan polisi.

Selain itu, para menteri terpilih adalah sosok yang inovatif, produktif, pekerja keras dan cepat mengikuti perkembangan zaman.

"Jadi, menteri yang dipilih adalah orang profesional, bahkan Presiden Jokowi sudah mengetahui rekam jejak para menteri, dan diharapkan bisa membangun bangsa Indonesia ke depan yang lebih maju," kata mantan Ketua Dewan Pendidikan Kota Medan itu.

Sebelumnya, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku bersedia menjadi menteri dalam Kabinet Kerja jilid II pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Saya nyatakan bersedia. Saya nyatakan siap membantu negara," kata Mahfud di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Senin.

Mahfud yang mengenakan kemeja lengan panjang putih tersebut tiba sekitar pukul 09.35 WIB dan keluar sekitar pukul 10.40 WIB.

Namun Mahfud mengaku tidak mengetahui posisi menteri apa yang akan diberikan Presiden Jokowi kepada dirinya.

"Tidak disebutkan (menterinya), kan banyak. Kalau dari cerita-cerita saya tadi dengan bapak Presiden bisa di bidang hukum, bisa di politik, dan bisa di agama juga seperti yang selama ini diisukan," ungkap Mahfud.

Pada Minggu (20/10), Presiden Joko Widodo mengatakan akan mengenalkan para menteri kabinetnya pada Senin (21/10) pagi.

Presiden Jokowi dalam media sosial resminya menyatakan, susunan kabinet pemerintahan periode mendatang sudah rampung. Mereka terserak di semua bidang pekerjaan dan profesi: akademisi, birokrasi, politisi, santri, TNI dan polisi.

Dalam media sosialnya, Presiden mengatakan para menteri terpilih adalah sosok yang inovatif, produktif, pekerja keras dan cepat. Sosok yang tidak terjebak rutinitas yang monoton.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR