ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Temu Pendidikan Nusantara 2019, Ciptakan Pemerataan Kualitas Pendidikan

31 Oktober 2019
Temu Pendidikan Nusantara 2019, Ciptakan Pemerataan Kualitas Pendidikan
Mendikbud berfoto bersama peserta acara Temu Pendidik Nusantara 2019 (Dok. KOMPAS.com)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Kegiatan Temu Pendidikan Nusantara 2019 yang bertajuk Temu Pendidik Nusantara (TPN) ini, usai digelar. Pertemuan akbar yang dihadiri lebih dari 1000 guru ini, juga dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,  Nadiem Makarim sebagai bentuk dukungan inisiatif mandiri guru dari berbagai penjuru nusantara.

Beberapa catatan terkait kegiatan ini, menjadi amatan penting lembaga pendidikan Cikal yang turut memprakarsai kegiatan yang telah dilaksanakan ke-enam kalinya ini.
Dengan keterbatasan sumber daya, dilema yang dihadapi pemangku kebijakan pendidikan adalah dikotomi antara perluasan akses versus peningkatan kualitas pendidikan. Perluasan akses berarti menjangkau sebanyak mungkin anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan. Peningkatan kualitas berarti memastikan pengalaman belajar yang bermakna bagi semua dan setiap anak Indonesia.

Kemajuan Kuantitas, Kemunduran Kualitas

Selama ini, perluasan akses selalu menjadi prioritas. Pada pendidikan dasar, Indonesia sudah berhasil memastikan semua anak bisa bersekolah. Ironisnya, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil riset SMERU Research Institute, banyak anak bersekolah tapi sedikit yang belajar yang artinya terdapat kemajuan pada kuantitas, namun, kemunduran pada kualitas. Padahal, kuantitas dan kualitas pendidikan sama pentingnya. Oleh karena itu, Kampus Guru Cikal berusaha mendobrak miskonsepsi kuantitas versus kualitas melalui Temu Pendidik Nusantara,  yang merupakan ajang bagi guru berbagi praktik baik pengajaran dan pendidikan yang melibatkan 1000 guru dari lebih 120 daerah, yang tahun ini memasuki tahun keenam.

"Kami percaya bahwa ada banyak praktik baik yang dilakukan guru di berbagai sekolah dan daerah. Melalui Temu Pendidik Nusantara, praktik pengajaran yang terbukti sukses dibagikan antar guru, antar sekolah dan antar daerah. Kolaborasi untuk menyebarkan kualitas pada banyak titik ke banyak titik lainnya," jelas Najelaa Shihab selalu pendiri Kampus Guru Cikal.

Kunci pemerataan kualitas pendidikan adalah kolaborasi. Gotong royong banyak pihak sesuai keahlian dan kebutuhannya. Pola kolaborasi banyak titik ke banyak titik untuk pemerataan kualitas pendidikan inilah yang dipelajari Menteri Nadiem Makarim ketika menemui guru-guru di ruang kelas pada hari pertama Temu Pendidik Nusantara 2019.

Guru Belajar, Guru Inspiratif

Acara puncak Temu Pendidik Nusantara berlangsung semarak dengan menampilkan berbagai cerita. Pada bagian pertama acara puncak Temu Pendidik Nusantara 2019 yang diadakan (pada 26/10) Najelaa Shihab, yang juga pendiri Sekolah Cikal, tampil bersama murid dan guru untuk menceritakan tahap perkembangan guru dalam menguasai 4 kunci: Kemerdekaan, Kompetensi, Kolaborasi dan Karier. Murid Erika bercerita tentang perubahan sikap gurunya dari guru galak menjadi guru yang memahami murid. Testimoni Murid Erika pun disambut kesaksian dari Guru Wanti dari SDN 34 Borang, Sanggau, "Saya dulu mengeluh tentang keterbatasan fasilitas tapi setelah ikut TPN, saya berubah. Saya sadar bahwa guru merdeka belajar lebih penting dari fasilitas". tutur Guru Wanti.

Setelah itu, tampil dua guru yang terpilih dari program Wardah Insipiring Teacher yaitu Guru Dinamarta dari SMKN 1 Kedungwuni dan Guru Anggi Rizka Puspita dari SDN Bogem 2 Sleman. Mereka menceritakan pengalaman belajar dalam mendesain media belajar inovatif selama mengikuti Wardah Inspiring Teacher, sebuah upaya kolaborasi yang dilakukan Wardah untuk pemerataan kualitas guru. Sesi perkembangan guru diakhiri tampilnya Guru Nuno Riza dari Pekalongan yang menceritakan karirnya sebagai pembuat board games.

Sesi selanjutnya, tampil 13 orang badan pendiri yang mendeklarasikan Komunitas Guru Belajar, asosiasi guru pertama yang didirikan dan diurus sendiri oleh para guru. Usman Djabbar selaku ketua terpilih menyampaikan pidato singkat diakhiri dengan memimpin pembacaan Sumpah Guru Belajar oleh seluruh peserta TPN 2019. "Belum pernah ada perkumpulan yang menggabungkan dua peristiwa besar. Peristiwa sebagai guru dan keniscayaannya yang terus belajar," tukas Usman Djabbar, guru BK dari Makassar.

Kolaborasi Teknologi di TPN 2020

Pada sesi terakhir dari acara puncak Temu Pendidik Nusantara 109, para guru, Badan Musyawarah Perguruan Swasta, WWF, Sekolah Jentera, Yayasan Sayap Ibu, PwC Indonesia, dan Gojek menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan Sekolahmu. Sekolahmu adalah aplikasi blended learning yang memfasilitasi kolaborasi antara guru, sekolah dan lembaga untuk memberi pengalaman personalisasi belajar bagi murid berbasis kompetensi. "Dari kita, semua yang peduli, untuk anak-anak kita. Betapa luasnya kemungkinan kolaborasi dengan sekolahmu, betapa banyak pintu-pintu yang Insya Allah terbuka", ungkap Najelaa Shihab yang juga pendiri Sekolahmu. Pada akhir acara puncak TPN 2019, Bukik Setiawan selaku ketua panitia TPN mengumumkan topik Temu Pendidik Nusantara 2020, Teknologi untuk Masa Depan. Sebuah topik yang sangat relevan di tengah semakin maraknya penggunaan teknologi dalam pendidikan.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR