ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Politeknik Indonesia Jadi 'Pilot Project' Bantuan Pendidikan Inggris

06 November 2019
Politeknik Indonesia Jadi 'Pilot Project' Bantuan  Pendidikan Inggris
Program Skills for Prosperity (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Program bantuan dana pendidikan dari pemerintah Inggris, telah menyiapkan dana pendidikan  bagi politeknik di Indonesia. Implementasi program akan dititikberatkan pada pengembangan keterampilan serta peningkatan kapabilitas para pengajar dan mahasiswa penerima manfaat, misalnya melalui pelatihan dan lokakarya.

Sebanyak empat politeknik di Indonesia dengan program studi terkait bidang maritim menjadi “pilot project” atau proyek percontohan untuk program bantuan dana pendidikan senilai Rp 145 miliar dari pemerintah Inggris.

Program bertajuk “Skills for Prosperity” (Keahlian untuk Kemakmuran) itu merupakan kerja sama Inggris dan Indonesia yang diimplementasikan melalui lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa bidang ketenagakerjaan, International Labor Organization (ILO).

“Kami ingin membuat ‘center of excellence’ (pusat layanan unggulan, red) dengan memastikan ada politeknik yang menjadi model dalam program ini,” ujar Direktur ILO Indonesia, Michiko Miyamoto, di Jakarta, kemarin.

Keempat institusi pendidikan tinggi vokasi yang dimaksud adalah Politeknik Negeri Batam, Politeknik Negeri Manado, Politeknik Maritim Indonesia Semarang, dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

Michiko menambahkan bahwa program “Skills for Prosperity” terbatas waktu selama empat tahun yaitu periode 2019-2023, sehingga bekerja sama dengan empat politeknik terpilih dianggap sebagai model implementasi yang tepat.

Selain itu, ide program pendanaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi kemaritiman ini diharapkan bisa dilanjutkan oleh institusi Indonesia sendiri, dengan empat politeknik percontohan yang bisa menyebarkan pengaruh pada politeknik lainnya.

Dalam “Skills for Prosperity”, sesuai dengan namanya, implementasi program akan dititikberatkan pada pengembangan keterampilan serta peningkatan kapabilitas para pengajar dan mahasiswa penerima manfaat, misalnya melalui pelatihan dan lokakarya.

ILO, dalam hal ini, juga menghubungkan permintaan ketenagakerjaan yang diperlukan oleh dunia industri dengan sumber daya manusia lulusan politeknik bidang maritim agar bisa memenuhi standar.

“Tujuan kami adalah menjembatani sistem pendidikan tinggi dan pasar ketenagakerjaan serta kebutuhan industri yang terus berubah, memastikan bahwa ada kesesuaian pada pihak-pihak tersebut,” kata Michiko.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR